Jumat, 15 Mei 2026

Dukung Swasembada Beras, Intercropping Padi Gogo di Lahan Peremajaan  Sawit Siap Diimplementasikan

Penulis : Imam Suhartadi
21 Nov 2024 | 23:55 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III

JAKARTA, investor.id - Indonesia terus menghadapi tantangan besar dalam  sektor pertanian di tengah perubahan iklim, gejolak ekonomi global, alih fungsi lahan  dan peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi.

Untuk menjawab  tantangan tersebut, intercropping padi gogo di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)  menjadi salah satu solusi inovatif untuk mendukung swasembada beras. Inovasi  tersebut dibahas dalam Seminar Nasional ‘’Potensi Intercropping Padi Gogo di lahan  PSR untuk Mendukung Swasembada Beras’’ dilaksanakan di Bogor, pada  Selasa (19/11/2024). 

Institut Pertanian Bogor (IPB University) telah mengembangkan varietas unggul padi  gogo, yakni IPB 9 Garuda, yang memiliki produktivitas tinggi hingga 11,3 ton per  hektare gabah kering panen (GKP). Varietas ini telah terbukti sukses di Kampung  Inovasi Subang dengan penerapan teknologi modern seperti sistem produksi padi  sawah cerdas, deteksi pintar kesehatan padi dan layanan pintar pemupukan serta  irigasi.

ADVERTISEMENT

Ekstensifikasi lahan untuk menanam padi gogo menjadi sangat mendesak  sebagai kompensasi hilangnya sawah produktif di Pulau Jawa, memenuhi kebutuhan  stok beras nasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan  dunia. 

Lahan PSR memiliki potensi besar untuk mendukung program ini, terutama pada  tanaman sawit usia TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) hingga tiga tahun pertama.  Dengan luas PSR yang diproyeksikan mencapai 400 ribu hektar per tahun pada 2025- 2031,

intercropping padi gogo di lahan tersebut dapat berkontribusi pada produksi  beras lebih dari 1,8 juta ton per tahun. Hal ini menjadikannya sebagai langkah  strategis dalam mengamankan ketahanan pangan Indonesia di masa depan. 

Dalam seminar tersebut, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III  (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan sawit  PSR untuk intercropping padi gogo adalah inovasi strategis.

“Hal ini sejalan dengan komitmen PTPN dalam mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus  mengoptimalkan lahan perkebunan rakyat secara berkelanjutan,” kata Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (21/11/2024).

Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan  dari penyedia benih, pupuk, teknologi, hingga off-takers seperti BULOG. Selain itu,  diperlukan regulasi yang memfasilitasi implementasi tanaman sela padi gogo pada  lahan PSR, termasuk stabilitas harga gabah dan subsidi pupuk.

Dukungan  kelembagaan seperti revitalisasi koperasi petani dan legalitas lahan juga sangat  penting. “Program pendanaan melalui Dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) dan  Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah akan membantu petani dalam  menjalankan program ini,” tambah Ghani. 

Seminar ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara pemerintah,  swasta dan masyarakat untuk mencapai keberhasilan program intercropping padi  gogo. Dukungan yang solid dari semua pihak diharapkan dapat mendorong  swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus mengoptimalkan potensi besar lahan  PSR untuk masa depan pertanian Indonesia.  

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr.  (H.C) H.Zulkifli Hasan, S.E., M.M, Staf khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan -  Dr. Ir. Sam Herodian, MS, IPU, APEC Eng -, Wakil Ketua Komisi IV DPR - Ir. Panggah  Susanto, M.M. Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, dan Direktur Utama Holding  Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero)- Moh Abdul Gani dan Direktur Utama  PTPN IV- Jatmiko Krisna Santosa.

Selain itu juga dihadiri oleh narasumber dari PT  Riset Perkebunan Nusantara, salah satu anak usaha Holding Perkebunan Nusantara  PTPN III (Persero) dan Dekan Faperta IPB University dan Guru Besar Departemen  Agronomi IPB University.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia