Jumat, 15 Mei 2026

Ini Hitung-Hitungan Pendapatan Brigade Pangan yang Bisa Sampai Rp 20 Juta per Bulan

Penulis : Prisma Ardianto
24 Nov 2024 | 18:32 WIB
BAGIKAN
Petani mengoperasikan mesin pemanen padi (combine harvester) saat panen di Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)
Petani mengoperasikan mesin pemanen padi (combine harvester) saat panen di Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program Brigade Pangan untuk para anak muda ikut serta menggarap sektor pertanian. Mereka dicanangkan bisa meraup pendapatan Rp 10-20 juta per bulan.

Lantas seperti apa perhitungannya?

Kementan melalui keterangan resmi pada Minggu (24/11/2024) menerangkan bahwa estimasi penghasilan Rp 10-20 juta sangat memungkinkan diperoleh para petani muda yang bergabung dalam Brigade Pangan. Kementan sendiri telah melakukan analisis usaha tani secara rinci agar program ini dapat membuahkan hasil optimal.

“Setiap Brigade yang terbentuk beranggotakan 15 orang dengan mengelola lahan 200 hektare. Mereka akan mengelola lahan selama 5 tahun agar pendapatannya optimal,” ujar Kepala Biro Humas Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Moch Arief Cahyono.

ADVERTISEMENT

Sebagai gambaran, 1 kelompok Brigade Pangan akan berisi 15 orang untuk mengelola 200 hektare lahan. Mereka ditargetkan dapat memproduksi 5 ton per hektare, sehingga bisa menghasilkan 1.000 ton gabah kering panen (GKP). Adapun GKP diasumsikan memiliki harga Rp 6.000 per kilogram.

Berdasarkan data Kementan, berikut simulasi perhitungannya:

Kelompok Brigade Pangan, diketahui:

  • 1 kelompok = 15 orang

  • Luas garapan: 200 hektare

Target produksi 1x panen:

  • 1 hektare = 5 ton GKP

  • 200 hektare = 1.000 ton GKP

Target pendapatan kotor 1x panen:

  • 1 kg GKP = Rp 6.000

  • 1.000 ton GKP = Rp 6.000.000.000

Biaya operasional 1x tanam:

  • 1 hektare = Rp 19.000.000

  • 200 hektare = Rp 3.800.000.000

Target pendapatan bersih 1x panen (Pendapatan kotor - biaya operasional)

  • Rp 6.000.000.000 - Rp 3.800.000.000 = Rp 2.200.000.000

Bagi Hasil 1x panen (kelompok Brigade Pangan dan Pemilik Lahan)

  • Jatah Brigade Pangan 70% = Rp 1.540.000.000

  • Jatah Pemilik Lahan 30% = Rp 660.000.000

Bagaimana bisa dapat Rp 20 Juta per Bulan?

Pendapatan kelompok dan penyisihan modal tanam berikutnya:

  • Pendapatan kotor kelompok Brigade Pangan 1x panen adalah Rp 1.540.000.000

  • 20% dialokasikan sebagai modal tanam berikutnya = Rp 308.000.000

  • 80% jadi penghasilan bersih kelompok Brigade Pangan = Rp 1.232.000.000

Dengan demikian, penghasilan 1 orang Brigade Pangan untuk 1x panen adalah Rp 82.133.333 (Pendapatan 1 kelompok : 15 orang)

Simulasi 1 kali panen (satu tahun):

  • 1 tahun= Rp 82.133.333 per orang

  • penghasilan per bulan = Rp 6.844.444 per orang

Simulasi 2 kali panen (siklus tanam 6 bulan):

  • 1 tahun = Rp 164.266.666 per orang

  • penghasilan per bulan = Rp 13.688.888 per orang

Simulasi 3x panen (siklus tanam 4 bulan):

  • 1 tahun = Rp 246.400.000 per orang

  • penghasilan per bulan = Rp 20.533.333 per orang

“Jika mampu tanam 2–3 kali dalam setahun, hasilnya tentu akan meningkat. Apalagi pemerintah telah menghibahkan alat dan mesin pertanian senilai Rp3 miliar untuk dikelola brigade selama lima tahun,” tegas Arief.

Menurut dia, kesempatan ini merupakan peluang besar bagi generasi muda yang ingin bergabung, dimana pendaftaran dapat dilakukan melalui dinas pertanian setempat. Pemerintah tak cuma memberikan hibah alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga menyediakan pendampingan teknis serta benih padi unggul.

Pemerintah juga telah memetakan wilayah dan lahan sawah yang dapat digarap oleh generasi muda. Ada 12 provinsi yang memiliki lahan yang masih dapat dioptimalkan.

“Pak Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman ingin anak-anak muda terlibat dalam sektor pertanian dengan jaminan keuntungan serta penggunaan teknologi tinggi. Ini merupakan tantangan menarik untuk kreativitas dan semangat kerja keras generasi milenial,” kata Arief.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia