Jumat, 15 Mei 2026

Harga Beras Dunia Turun, Setelah RI Putuskan Setop Impor Beras

Penulis : Prisma Ardianto
10 Jan 2025 | 22:47 WIB
BAGIKAN
Pekerja memindahkan beras cadangan pemerintah (BCP) ke dalam karung ukuran 10 kilogram di gudang Perum Bulog Kanwil provinsi Aceh, kabupaten Aceh Besar, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc)
Pekerja memindahkan beras cadangan pemerintah (BCP) ke dalam karung ukuran 10 kilogram di gudang Perum Bulog Kanwil provinsi Aceh, kabupaten Aceh Besar, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc)

JAKARTA, investor.id – Kebijakan Indonesia untuk menghentikan impor beras pada tahun 2025 berdampak pada pasar beras dunia. Laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras dunia mulai turun, sejak Indonesia memutuskan untuk tak lagi impor.

Hal ini disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi kepada Menko Pangan Pangan Zulkifli Hasan dan pihak terkait lainnya dalam rapat di Serang, Banten, pada Jumat (10/1/2025).

“Ternyata kebijakan kita turut memicu harga beras di pasar dunia turun. Begitu Pak Menko (Pangan) sampaikan bahwa kita tidak mengimpor empat produk pangan, salah satunya beras,” demikian kata Arief, seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Arief pun memberi gambaran penurunan harga beras dunia yang dimaksud. Harga beras di beberapa negara turun mulai dari US$ 640 per metrik ton menjadi US$ 490-590 per metrik ton. Bahkan, beberapa hari belakangan harga beras dunia sudah mendekati US$ 400 per metrik ton.

“Jadi luar biasa kebijakan kita hari ini,” beber Arief.

Bapanas juga mengacu data perkembangan harga beras putih (free on board) dari beberapa negara, terlihat rata-rata harga beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar pada Januari 2024 berada di rentang harga US$ 622-655 per metrik ton.

Angka itu mulai turun 19 Desember 2024 atau pada momen setelah pengumuman setop impor beras Indonesia. Harga beras di sejumlah negara tadi dalam rentang US$ 455-514 per metrik ton.

“Di bulan ini, India sudah mulai membuka keran ekspornya. Tren harga beras putih pun semakin menurun pada 8 Januari 2025 menjadi rentang US$ 430-490 per metrik ton,” jelas Arief.

Sementara itu, berdasarkan The FAO All Rice Price Index (FARPI) menyebutkan Indeks di Desember 2024 turun 1,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 119,2 poin. Namun dilihat secara setahun penuh, rerata indeks FARPI di 2024 masih lebih tinggi 0,8 persen dibandingkan tahun 2023.

Harga Turun, Bagaimana Nasib Petani?

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia