Jumat, 15 Mei 2026

Menko Pangan Zulhas Pastikan Harga Gabah Tak Boleh di Bawah HPP Rp 6.500 per Kg

Penulis : Andika Pratama
13 Jan 2025 | 16:12 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat meninjau Panen Padi Perdana, di Desa Seri Meranti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Senin, (13/1/25).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat meninjau Panen Padi Perdana, di Desa Seri Meranti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Senin, (13/1/25).

PALEMBANG, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan harga gabah tetap berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP), terutama menjelang dan selama musim panen raya. Hal ini merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari potensi kerugian akibat turunnya harga gabah menjelang panen raya,"ujar Zulas saat meninjau Panen Padi Perdana, di Desa Seri Meranti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Senin, (13/1/25). 

Kehadiran Zulhas untuk memastikan harga gabah stabi di angka Rp 6.500 per kilogram, sesuai dengan HPP. Selain itu, Selain itu, peninjauan ini dilakukan setelah laporan harga gabah di Sumsel sempat anjlok hingga Rp 5.300 per kilogram pada Sabtu, 11 Januari 2025, jauh di bawah HPP.

ADVERTISEMENT

"Ini pesan dari Presiden Prabowo kemarin malam jangan sampai menjelang panen raya gabah harganya jatuh di bawah HPP, yakni Rp 6.500,"tegas Zulhas. Saat ini,

Menurut Zulhas, pemerintah sedang menyelesaikan perjanjian antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan pabrik-pabrik padi di seluruh Indonesia. Dalam perjanjian tersebut, pabrik diwajibkan membeli gabah dari petani dengan harga minimal Rp 6.500 per kilogram.

"Pabrik-pabrik yang tidak membeli gabah dengan harga Rp 6.500 tidak akan bisa menjual berasnya ke Bulog. Jika itu terjadi, Bulog akan langsung membeli gabah dari petani," katanya.

Menurut Zulhas panen di Banyuasin menjadi salah satu pembuka untuk musim panen raya yang diperkirakan dimulai Februari, dengan puncaknya pada Maret hingga April.

"Kita sudah mulai panen di sini. Februari akan masuk panen raya, dan puncaknya di Maret-April. Yang paling penting tugas kita adalah memastikan harga gabah petani tetap di Rp 6.500," ujar Zulkifli. 

Dengan adanya pengawasan ketat dan komitmen dari Bulog untuk menyerap gabah, pemerintah berharap stabilitas harga dapat terjaga dan kesejahteraan petani terus meningkat.

"Presiden Prabowo juga telah memberikan arahan tegas kepada jajaran terkait untuk menjaga stabilitas harga gabah. Kami akan memastikan ini terlaksana demi petani dan ketahanan pangan nasional," tutupnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia