Jumat, 15 Mei 2026

Sertifikasi Halal Jadi Elemen Penting F&B Indonesia untuk Perluas Pasar di Malaysia

Penulis : Imam Suhartadi
17 Jan 2025 | 19:51 WIB
BAGIKAN
Pemandangan yang memperlihatkan Menara Kembar Petronas (tengah) dan bangunan komersial lainnya, 
yang terlihat dari Menara KL, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Juli 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )
Pemandangan yang memperlihatkan Menara Kembar Petronas (tengah) dan bangunan komersial lainnya, yang terlihat dari Menara KL, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Juli 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )

JAKARTA, investor.id – Pasar halal global berpotensi meningkat tajam, dipacu oleh pertumbuhan populasi muslim yang cepat. Pasar halal global diperkirakan mencapai US$ 1,3 triliun pada 2025 atau sekitar Rp 20.670 triliun  (US$1= 15.900), melonjak dari US$ 899,9 juta pada 2018 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan 5,2% selama kurun 2018-2028.

Memperoleh sertifikasi halal dari lembaga yang terpercaya adalah langkah pertama dan penting bagi bisnis F&B yang ingin memasuki pasar halal, salah satunya yang cukup potensial adalah Malaysia .

Sertifikasi halal memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk tersebut memenuhi standar kehalalan yang diakui.

ADVERTISEMENT

Dalam lingkungan bisnis global yang kompetitif, perusahaan harus terus berinovasi dan mencari cara untuk membedakan produknya dari pesaing.

Sertifikasi halal dapat menjadi elemen pembeda yang kuat. Hal ini dapat memberikan keunggulan signifikan bagi suatu perusahaan dalam persaingan global, terutama jika produk serupa tidak memiliki sertifikasi halal.

Sertifikasi ini juga dapat membantu perusahaan mendapatkan peluang di pasar yang penuh potensi. Di negara-negara dengan persaingan ketat, pengakuan produk halal dapat membantu perusahaan memperoleh pasar yang lebih besar.

Upaya ini juga ditempuh perusahaan F&B Indonesia, Ayam Gepuk Pak Gembus yang kini telah resmi memiliki sertifikasi halal dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) untuk 12 cabang dari 70 cabang di Malaysia. Makanan khas asli Indonesia ini telah menyesuaikan dengan selera masyarakat Malaysia.

Tonggak sejarah ini mencerminkan komitmen Pak Gembus tertib dalam menaati aturan penegakan halal bersamaan dengan memberikan dukungan inisiatif pemerintah 2025 untuk memperkuat industri halal di Malaysia, sambil mempertahankan kebersihan, keaslian dan makanan berkualitas tinggi.

“Kami sangat gembira mengumumkan bahwa upaya kami untuk memperluas sertifikasi halal telah berhasil tercapai sesuai rencana, kesuksesan ini adalah kesuksesan pelanggan kami” ujar Zulkarnain Mohd Yusof, Chief Operating Officer Gepuk Pak Gembus Malaysia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/1/2025).

“Setelah berhasil memperoleh sertifikasi Halal untuk dapur pusat kami pada pertengahan tahun 2024 lalu, kini kami memperluas pencapaian ini ke tingkat cabang, dimulai dengan 12 cabang sebagai awal,” lanjutnya.

Sedangkan untuk tahun 2025, lanjut dia, pihaknya menargetkan 50 cabang berikutnya bisa mendapatkan sertifikat Halal.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada JAKIM atas dukungan kuat yang diberikan sepanjang proses perolehan sertifikat Halal ini. Sertifikat Halal ini merupakan sebuah prestasi besar bagi kami dan menjadi langkah penting untuk semakin memperkuat brand Pak Gembus di Malaysia,” tambah Zulkarnain Mohd Yusof.

Sertifikasi Halal Jadi Elemen Penting F&B Indonesia untuk Perluas Pasar di Malaysia
Perusahaan F&B Indonesia, Ayam Gepuk Pak Gembus resmi memiliki sertifikasi halal dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) untuk 12 cabang dari 70 cabang di Malaysia.

Sejauh ini cabang yang sudah mendapatkan sertifikat Halal adalah Saujana Utama 3 Puncak Alam, Setiawangsa, Putra Heights, Semenyih, Bandar Seri Putra, Kajang, Kampung Pandan, NeoCyber, Bandar Baru Nilai, Seremban 3 dan Bandar Enstek.

Untuk cabang lain,kata dia, pelanggan tidak perlu khawatir karena semua persediaan makanan ke seluruh cabang berasal dari dapur pusat yang sudah tersertifikasi Halal.

Dia menambahkan, tujuan sertifikasi halal ini agar masyarakat di Malaysia tak was-was saat mengkonsumsi makanan .

Sejalan dengan kemajuan ini, Pak Gembus bermaksud memperluas cabangnya di seluruh tanah air Malaysia dengan menargetkan pembukaan lebih dari 40 cabang baru yang berstandar Halal 2025.

“Tak berhenti sampai disitu, mereka juga menyusun rencana strategis pembukaan cabang pertama di luar Malaysia,” katanya.

Acara penyerahan sertifikasi halal ini ikut dihadiri Rido Nurul Adityawan, Founder/Pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus yang berasal dari Indonesia dan Sahibus Samahah, Ustaz Jamali Bin Mohd Adnan, Wakil Mufti Daerah yang turut hadir memberikan ucapan selamat untuk kesuksesan ini.
 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia