Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Gabung BRICS Bermanfaat Ekonomi dan Stabilitas

Penulis : Ichsan Amin
21 Jan 2025 | 19:58 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira, Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden China Xi Jinping menghadiri sesi format sempit KTT BRICS di Kazan, Rusia pada Rabu (23/10/2024). (Foto: Alexander Nemenov, Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira, Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden China Xi Jinping menghadiri sesi format sempit KTT BRICS di Kazan, Rusia pada Rabu (23/10/2024). (Foto: Alexander Nemenov, Pool Photo via AP)

JAKARTA, investor.id - Bergabungnya Indonesia dengan BRICS diperkirakan akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, stabilitas mata uang, hingga diplomasi internasional. Hal tersebut disampaikan para pakar dalam diskusi yang digelar Ikatan Alumni Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (IKAHI Unpad).

Hadir dalam diskusi tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares. Ia menjelaskan berbagai manfaat sekaligus tantangan yang dapat diraih Indonesia dari keanggotaan ini, terutama dalam bidang ekonomi dan geopolitik. Menurut Jose, BRICS menawarkan peluang besar untuk memperkuat perdagangan dan pasar Indonesia. 

“Saat ini, 62% dari total produksi kelapa sawit Indonesia diimpor oleh negara-negara anggota BRICS. Dengan populasi BRICS yang mencapai 45% populasi dunia—sekitar 900 juta orang—keanggotaan ini memberikan akses pasar yang besar dan memperlancar perdagangan di antara anggotanya,” tutur Jose Antonio Morato Tavares dalam rilis resmi IKAHI Unpad di Jakarta, Selasa (21/01/2025).

ADVERTISEMENT

Jose juga menyoroti kekuatan ekonomi BRICS yang mencapai 35% dari Produk Domestik Bruto (GDP) dunia berdasarkan purchasing power parity (daya beli masyarakat), lebih tinggi dibandingkan G7 yang hanya 30%. Meski demikian, ia mengingatkan perlunya kewaspadaan menghadapi tantangan ekonomi global yang saat ini lesu. 

“Jembatan ini efektif karena posisi politik luar negeri kita yang bebas aktif,” ujar Jose Antonio Morato Tavares. 

Sementara itu, Deputi Stabilisasi Harga Kementerian Koordinator Pangan Siradj Parwito, mendukung langkah Indonesia bergabung ke BRICS. Ia menyebut New Development Bank (NDB)—bank pembangunan milik BRICS—sebagai sumber alternatif pembiayaan untuk proyek-proyek pembangunan Indonesia. 

“Dana NDB dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek berisiko tinggi yang sulit menarik minat investor swasta, seperti proyek energi geotermal. Kata kuncinya adalah bankable. Dengan pendanaan ini, proyek-proyek kita yang berisiko tinggi bisa direstrukturisasi agar lebih menarik bagi investor,” jelas Siradj. 

Indonesia Buka Kans Beli Minyak dari Rusia, usai Bergabung BRICS

Staf pengajar Politik Luar Negeri, di Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Irman Gurmilang Lanti menilai kebijakan ini diambil tanpa diskusi publik yang memadai. Menurutnya, perdebatan justru muncul setelah Indonesia melamar sebagai anggota BRICS. 

“(Mahluk) Apa ini? Untung ruginya baru dibahas. Ini jadi terbalik, ibaratnya bukan ‘kuda menarik kereta, tapi kereta menarik kuda’, artinya keputusan diumumkan sebelum analisis mendalam dilakukan,” papar Irman. 

Editor: Ichsan Amin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia