Jumat, 15 Mei 2026

Limbah Elektronik Menggunung, Ini yang Dilakukan Erafone

Penulis : Emanuel Kure
26 Mar 2025 | 19:30 WIB
BAGIKAN
Konferensi Pers Erafone Jaga Bumi (Foto: Dok.PR)
Konferensi Pers Erafone Jaga Bumi (Foto: Dok.PR)

JAKARTA,investor.id-PT Erajaya Swasembada Tbk melalui PT Erafone Artha Retailindo (Erafone) berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dengan membasmi limbah elektronik, terutama gadget bekas yang sudah tidak digunakan lagi.

Untuk itu, Erafone mengajak pengguna untuk membawa gadget bekas (laptop, tablet, smartphone, atau handphone lama) ke toko Erafone yang memiliki fasilitas dropbox. Pengguna dapat memasukan gadget bekas tersebut dalam dropbox yang telah disediakan.

Sebagai gantinya, pengguna akan mendapat reward eksklusif berupa voucher belanja erafone senilai Rp 50.000-Rp100.000. Adapun pada tahap awal akan hadir 10 drop box di 10 gerai erafone yang tersebar di DKI Jakarta. Sepanjang tahun ini, Erafone berencana menghadirkan sekitar 25 – 50 drop box di lima wilayah kerjanya.

ADVERTISEMENT

”Erafone berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah elektronik sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata Head of CSR Erajaya Grup, Rezza Lazuardi Pramata dalam keterangan persnya, Rabu (26/3/2025).

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikutip dari Waste4Change, Indonesia menghasilkan 2 juta ton limbah elektronik setiap tahunnya. Namun hanya 17,4% yang berhasil dikelola melalui sistem daur ulang resmi. Padahal, e-waste mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan timbal yang dapat mencemari tanah dan air, serta berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

“Sebab, seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, limbah yang dihasilkan juga bertambah, sehingga memerlukan solusi yang sistematis dan bertanggung jawab. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat serta membangun kebiasaan konsumsi elektronik yang lebih bertanggung jawab demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tambah Rezza.

Lebih jauh, komitemn Erafone tersebut dihadirkan melalui program Erafone Jaga Bumi. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mengelola limbah elektronik (e-waste) dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, Erafone juga bekerja sama dengan mitra profesional dalam pengelolaan limbah elektronik. Sehingga, memastikan bahwa semua perangkat yang dikumpulkan akan didaur ulang dengan metode yang aman dan bertanggung jawab.

“Melalui gerakan Erafone Jaga Bumi, masyarakat kini memiliki solusi aman dan mudah untuk membuang perangkat elektronik bekas secara bertanggung jawab,” tutur Rezza.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia