Jumat, 15 Mei 2026

Saingi Intel dan AMD, Arm Holdings Targetkan Penjualan Melonjak 50%

Penulis : Emanuel Kure
1 Apr 2025 | 14:26 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi CPU Arm Holdings (Foto: IST)
Ilustrasi CPU Arm Holdings (Foto: IST)

JAKARTA,investor.id- Arm Holdings, perusahaan penyedia Central Processing Unit (CPU), yang juga penyedia semikonduktor yang berbasis di Cambridge, Inggris, menargetkan penjualan CPU untuk data center (pusat data) melonjak hingga 50% hingga akhir tahun ini. Target penjualan ini meningkat tajam dibandingkan penjualan pada akhir 2024 yang sebesar 15%.

Target penjualan CPU data center ini akan ditopang oleh adopsi teknologi artificial intelligence (AI). Pasalnya, sejumlah penyedia data center yang telah menjadi pelanggan Arm Holdings, seperti Amazon, Google, hingga Microsoft gencar menerapkan teknologi AI dalam data center-nya, demi mengakomodasi lalu lintas data yang ditopang oleh teknologi AI.

“Teknologi Arm dalam banyak kasus menawarkan konsumsi daya yang lebih rendah daripada prosesor pesaing yang dibuat oleh Intel dan AMD. Karena pusat data AI menggunakan listrik dalam jumlah besar, chip Arm menjadi semakin populer di kalangan perusahaan komputasi awan,” kata Kepala Infrastruktur Arm Holdings Mohamed Awad dikutip dari Reuters, Selasa (1/4/2025).

ADVERTISEMENT

Awad menjelaskan, CPU Arm sering digunakan sebagai chip host di dalam sistem komputasi berbasis AI dan bertindak sebagai semacam pengontrol lalu lintas untuk chip AI lainnya. NVIDIA misalnya, menggunakan chip berbasis Arm yang disebut Grace di beberapa sistem AI canggihnya yang berisi dua chip Blackwell-nya.

Awad juga menambahkan bahwa chip pusat data sering kali menggunakan lebih banyak kekayaan intelektual Arm dan perusahaan biasanya menerima "tingkat royalti agregat yang jauh lebih tinggi" daripada chip untuk perangkat yang kurang kompleks.

Adapun Arm Holdings, mayoritas atau sebesar 90% sahamnya dimiliki oleh SoftBank Group, yang berbasis di Jepang. Arm tidak membuat chip sendiri, tetapi menjual blok penyusun fundamental dan kekayaan intelektual lainnya ke perusahaan komputasi awan dan firma seperti Apple dan NVIDIA untuk digunakan dalam mendesain chip untuk laptop, ponsel pintar, dan prosesor pusat data.

Lebih lanjut, Arm Holdings sendiri menghasilkan pendapatan dengan menagih perusahaan tersebut untuk lisensi penggunaan teknologinya dan mengumpulkan pembayaran royalti untuk setiap chip yang terjual.

Tak hanya itu, Arm Holdings juga telah berjuang untuk membuat kemajuan di pasar pusat data yang menguntungkan selama hampir dua dekade karena beralih dari chip x86 yang dulunya dominan yang dibuat oleh Intel dan AMD.

"Kami telah sampai pada titik di mana perangkat lunak benar-benar dikembangkan untuk Arm terlebih dahulu," jelas Awad.


 

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia