Saingi Intel dan AMD, Arm Holdings Targetkan Penjualan Melonjak 50%
JAKARTA,investor.id- Arm Holdings, perusahaan penyedia Central Processing Unit (CPU), yang juga penyedia semikonduktor yang berbasis di Cambridge, Inggris, menargetkan penjualan CPU untuk data center (pusat data) melonjak hingga 50% hingga akhir tahun ini. Target penjualan ini meningkat tajam dibandingkan penjualan pada akhir 2024 yang sebesar 15%.
Target penjualan CPU data center ini akan ditopang oleh adopsi teknologi artificial intelligence (AI). Pasalnya, sejumlah penyedia data center yang telah menjadi pelanggan Arm Holdings, seperti Amazon, Google, hingga Microsoft gencar menerapkan teknologi AI dalam data center-nya, demi mengakomodasi lalu lintas data yang ditopang oleh teknologi AI.
“Teknologi Arm dalam banyak kasus menawarkan konsumsi daya yang lebih rendah daripada prosesor pesaing yang dibuat oleh Intel dan AMD. Karena pusat data AI menggunakan listrik dalam jumlah besar, chip Arm menjadi semakin populer di kalangan perusahaan komputasi awan,” kata Kepala Infrastruktur Arm Holdings Mohamed Awad dikutip dari Reuters, Selasa (1/4/2025).
Awad menjelaskan, CPU Arm sering digunakan sebagai chip host di dalam sistem komputasi berbasis AI dan bertindak sebagai semacam pengontrol lalu lintas untuk chip AI lainnya. NVIDIA misalnya, menggunakan chip berbasis Arm yang disebut Grace di beberapa sistem AI canggihnya yang berisi dua chip Blackwell-nya.
Awad juga menambahkan bahwa chip pusat data sering kali menggunakan lebih banyak kekayaan intelektual Arm dan perusahaan biasanya menerima "tingkat royalti agregat yang jauh lebih tinggi" daripada chip untuk perangkat yang kurang kompleks.
Adapun Arm Holdings, mayoritas atau sebesar 90% sahamnya dimiliki oleh SoftBank Group, yang berbasis di Jepang. Arm tidak membuat chip sendiri, tetapi menjual blok penyusun fundamental dan kekayaan intelektual lainnya ke perusahaan komputasi awan dan firma seperti Apple dan NVIDIA untuk digunakan dalam mendesain chip untuk laptop, ponsel pintar, dan prosesor pusat data.
Lebih lanjut, Arm Holdings sendiri menghasilkan pendapatan dengan menagih perusahaan tersebut untuk lisensi penggunaan teknologinya dan mengumpulkan pembayaran royalti untuk setiap chip yang terjual.
Tak hanya itu, Arm Holdings juga telah berjuang untuk membuat kemajuan di pasar pusat data yang menguntungkan selama hampir dua dekade karena beralih dari chip x86 yang dulunya dominan yang dibuat oleh Intel dan AMD.
"Kami telah sampai pada titik di mana perangkat lunak benar-benar dikembangkan untuk Arm terlebih dahulu," jelas Awad.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



