Tarif Trump Pukul Industri Otomotif
12 Apr 2025 | 12:00 WIB
JAKARTA,Investor.id -Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) sebesar 32%. Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada sektor otomotif, khususnya industri komponen.
Pengamat Otomotif dari ITB Yannes Martinus Pasaribu mengatakan pengenaan tarif ini akan mengancam ekspor komponen otomotif dalam negeri sebesar US$ 200-300 juta. Pengenaan tarif ini tentunya akan mengurangi daya saing produk, berpotensi menurunkan volume penjualan dan margin keuntungan para eksportir indonesia ke AS. “Meskipun, nilai ekspor mobil utuh relatif kecil ke AS, sektor industri komponen lokal dengan nilai ekspor signifikan tentu akan merasakan dampak paling besar,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

