PIS Angkut 30 Ribu Metrik Ton Lembaran Baja ke Cilegon
JAKARTA, investor.id - PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon. Keberhasilan pengapalan lembaran baja ini membuktikan komitmen PIS dalam mendukung hilirisasi industri baja nasional serta memperluas portofolio perusahaan di segmen dry bulk.
Angkutan bertolak dari Pelabuhan Bahodopi, Kawasan Industri Morowali, menuju Pelabuhan Cigading, Cilegon, lembaran baja tersebut merupakan milik PT Krakatau Posco, anak usaha dari PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Baca Juga:
PIS Sukses Rambah Pembiayaan SyariahPlt Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS M Irfan Zainul Fikri mengatakan, pengapalan ini akan menjadi pintu bagi PIS dalam mendukung masa depan hilirisasi industri baja sebagaimana pertumbuhan kebutuhan industri manufaktur dan konstruksi di Indonesia. “Ini juga mendorong portofolio bisnis baru dalam segmen angkutan dry bulk bagi PIS,” ungkap Irfan dalam keterangan pers, Kamis (17/4/2025).
Lebih dari sekadar aktivitas logistik, Irfan menambahkan, langkah ini memperkuat peran PIS sebagai bagian dari ekosistem strategis untuk memperlancar arus distribusi hasil produksi dalam negeri dan mendukung program hilirisasi nasional yang digalakkan pemerintah.
“Dengan mendekatkan bahan baku dan produk antara pusat produksi dan kawasan industri, PIS turut mendorong efisiensi, nilai tambah ekonomi, serta penguatan rantai pasok domestik,” jelas Irfan.
Menurut Irfan, langkah ini juga menjadi salah satu strategi PIS untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari pasar non-captive, yang saat ini berada di angka 19,2% dari total pendapatan PIS pada paruh pertama 2024. Dengan terus memperluas pasar dan layanan di luar ekosistem Pertamina Group, PIS menegaskan posisinya sebagai pemain global di sektor logistik energi dan maritim.
Bisnis Potensial
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

