Jumat, 15 Mei 2026

Banyak Ancaman PHK, KSPI Sebut Penting Adanya Satgas PHK

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
27 Apr 2025 | 19:50 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tiga kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (dua kanan), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh Said Iqbal (dua kiri), dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat (tiga kiri) bersilaturahmi dan berdiskusi membahas satgas PHK di kompleks Istana, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (Foto: Instagram @sufmi_dasco)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tiga kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (dua kanan), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh Said Iqbal (dua kiri), dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat (tiga kiri) bersilaturahmi dan berdiskusi membahas satgas PHK di kompleks Istana, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (Foto: Instagram @sufmi_dasco)

JAKARTA, investor.id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi ancaman terjadinya PHK bagi banyak industri di Indonesia. Di antaranya industri tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, suku cadang mobil, pertambangan, sawit dan karet.

Ancaman PHK juga terjadi karena peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang memudahkan impor dalam industri tekstil dan garmen dari luar negeri masuk secara brutal terutama dari China. 

Hal ini menciptakan harga yang sangat murah di Tanah Air, sehingga tekstil dan garmen di Indonesia kalah bersaing dan perusahaan bisa merugi hingga tutup.

ADVERTISEMENT

Guna mencegah dan meminimalisasi hal itu, Said menegaskan dibentuknya Satgas PHK untuk melakukan tindakan preventif terhadap pemutusan hubungan kerja dan apabila terjadi PHK, maka hak-hak buruh wajib dibayar.

Selanjutnya, deregulasi peraturan yang merugikan dunia usaha dan buruh harus dicabut. Contohnya Permendag Nomor 8 Tahun 2024. 

"Lalu memperkuat industri nasional atau dalam negeri. Itu yang paling penting. Renegosiasi terhadap tarif Presiden Donald Trump. Itulah usulan kita," papar Said Iqbal.

Sementara untuk aksi peringatan hari buruh internasional atau may day tahun ini, KSPI mengusung enam tuntutan utama, yaitu:

1. Hapus outsourcing

2. Bentuk Satgas PHK

3. Wujudkan upah layak

4. Lindungi buruh dengan mengesahkan RUU Ketenagakerjaan baru

5. Lindungi Pekerja Rumah Tangga – Sahkan RUU PPRT

6. Berantas Korupsi – Sahkan RUU Perampasan Aset

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia