Minggu, 5 April 2026

Proyek Data Center di Batam “Sold Out”, Indonesia Siapkan Kawasan Lain

Penulis : Vinnilya Huanggrio
28 Jul 2025 | 15:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) saat menjadi narasumber saat Investor Daily Roundtable dengan tema Diplomasi Ekonomi: Menavigasi Tantangan Global Menuju Kemitraan Ekonomi Baru, bersama Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (tengah) di Jakarta, Senin (28/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) saat menjadi narasumber saat Investor Daily Roundtable dengan tema Diplomasi Ekonomi: Menavigasi Tantangan Global Menuju Kemitraan Ekonomi Baru, bersama Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (tengah) di Jakarta, Senin (28/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menegaskan bahwa industri pusat data (data center) bukan lagi sekadar menghadirkan infrastruktur digital, melainkan aset strategis yang menopang masa depan ekonomi nasional. Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pertumbuhan ekonomi berbasis data, Indonesia memiliki daya saing tinggi di sektor ini.

“Dengan speed, itu adalah data center. Dengan data center adalah energi hijau. Jadi lingkungannya, ekosistemnya itu semakin besar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog Investor Daily Roundtable di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Airlangga mengungkapkan bahwa kawasan ekonomi digital di Batam bahkan telah “sold out”, diborong oleh sejumlah perusahaan teknologi global seperti Google, Amazon Web Services (AWS), hingga Oracle. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan ekspansi kawasan digital baru untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Advertisement

“Kita sedang melakukan ekspansi luasannya. Ini industri yang sangat diminati, apalagi dengan AI. Ini adalah future industry,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan kecepatan dan efisiensi membuat perusahaan global menempatkan server-nya sedekat mungkin dengan pengguna. Hal ini menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tapi sebagai pusat infrastruktur digital kawasan.

Lebih dari itu, Airlangga menyebut bahwa tren pembangunan data center kini juga terhubung erat dengan agenda energi hijau. Pasalnya, sebagian besar pusat data modern mensyaratkan penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Di samping itu, ia juga menyinggung persoalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri data center yang tidak bisa disamakan dengan sektor industri lainnya. Dalam hal ini, server yang menjadi inti dari fasilitas tersebut pada dasarnya bersifat “swappable” atau dapat diganti secara modular, serupa dengan model bisnis cartridge di pesawat atau pembangkit listrik.

Data center itu propertinya seperti kantor. Pemilik gedung tidak punya akses ke isi kantor sang penyewa. Sama halnya dengan server—apa yang dipasang dan dikeluarkan itu milik tenant. Dan itu bukan bagian dari TKDN,” jelas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 42 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 55 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 56 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia