Sabtu, 4 April 2026

Pengusaha Tekstil Curhat ke Kemendag, Bisnis Makin Terpuruk

Penulis : Harso Kurniawan
4 Aug 2025 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pekerja di pabrik tekstil. (Dok. B-Universe)
Aktivitas pekerja di pabrik tekstil. (Dok. B-Universe)

Lebih lanjut Aqil mengungkapkan, situasi di lapangan makin memprihatinkan. Banyak pabrik yang sebelumnya bertahan dalam kondisi terbatas kini mulai menyerah, bahkan sudah setop produksi tanpa publikasi. Sementara itu, data impor bahan baku justru melonjak tajam.

“Pabrik tutup itu ada Asia Pacific Fibers (POLY), yang lain masih ada. Data kami menunjukkan lonjakan impor benang filamen antara 70% sampai 300% dari 2017 hingga saat ini, tergantung jenis produknya. Itu bukan tren biasa. Itu sinyal kalau industri dalam negeri sedang runtuh pelan-pelan,” ucapnya.

Kondisi ini turut memicu efek sosial dan ekonomi yang signifikan. Banyak pelaku industri menghadapi kredit macet karena tak mampu lagi membayar pinjaman. Tenaga kerja dirumahkan, mesin mangkrak, dan kepercayaan generasi muda terhadap sektor manufaktur terus menurun.

“Banyak pekerja sudah kehilangan pekerjaan. Anak-anak muda gak mau lagi kerja di pabrik, karena mereka lihat sendiri bagaimana masa depan industri ini seperti jalan buntu,” katanya.

Advertisement

Dia menambahkan, ini bukan pertama kalinya industri tekstil dan turunannya terpukul oleh kebijakan yang tidak berpihak. Bahkan ada mafia yang bermain kuota, afiliasi, dan kepentingan impor.

"Setiap lima tahun, selalu ada siklus kehancuran. Dulu karena krisis, sekarang karena kebijakan. Kami sekarang di titik nadir. Tinggal tunggu mati satu per satu," tegasnya.

Dengan fenomena tutupnya pabrik di ekosistem industri tekstil, hal ini tentu membuktikan akan terjadi deindustrialisasi. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan membuat kebijakan berdasarkan kajian yang ada untuk kepentingan bersama, bukan mengakomodasi kepentingan salah satu pihak saja.

“Kami tidak bisa diam. Industri ini dibangun puluhan tahun, tidak bisa terus-menerus dihancurkan oleh kebijakan jangka pendek. Ini bukan soal bisnis lagi. Ini soal kedaulatan industri nasional,” pungkasnya.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 12 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 12 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 46 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 46 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 1 jam yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia