Jumat, 15 Mei 2026

Reformasi Perberasan Dimulai, Akademisi Puji Langkah Mentan Amran

Penulis : Yurike Metriani
6 Aug 2025 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Pakar pangan dari Universitas Andalas Muhamad Makky. (Istimewa)
Pakar pangan dari Universitas Andalas Muhamad Makky. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Langkah nyata reformasi perberasan Indonesia terus dilakukan melalui langkah nyata pemerintah guna mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Di antara aspek yang dibenahi adalah peningkatan produksi hingga aspek distribusi dan juga hilirisasi.

Semua aspek tersebut kini menjadi perhatian publik mengingat rata-rata produksi beras di sejumlah sentra mengalami lonjakan peningkatan. Sedangkan dari sisi distribusi dan hilirisasi, reformasi dilakukan dengan membongkar kasus praktik oplos beras yang meresahkan masyarakat.

Mengenai hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI 2023-2025), Muhammad Sirod mengatakan bahwa reformasi beras adalah langkah nyata dalam mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo terhadap ketahanan pangan.

“Tidak bisa dipungkiri ini semua berkat gebrakan yang dilakukan Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam membongkar adanya kecurangan oplos beras yang berubah menjadi reformasi perberasan di Indonesia,” ujar Sirod, Rabu, (6/8/2025).

ADVERTISEMENT

Memang, kata Sirod, untuk mencapai bangsa yang berdaulat pangan Indonesia harus menempuh jalan yang terjal, terutama dalam memahami gambaran besar kondisi perberasan Indonesia dari hulu ke hilir.

“Dan sebisa mungkin harus bisa beradaptasi pada proses yang timbul karena perubahan ke arah kemajuan ini,” katanya.

Pakar pangan dari Universitas Andalas, Muhamad Makky mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan pemrintah secara tidak langsung telah berdampak besar terhadap kondisi perberasan yang selama ini jarang disorot publik.

“Kalau kita lihat, ini pertama kali ada gerakan dari satu kementerian yang membuka praktik kecurangan. Dan saya lihat ini inisiasi yang luar biasa sekali. Ini gebrakan yang sangat bagus. Ini prestasi yang luar biasa,” katanya.

Guna mencegah oplos beras terjadi, Makky menilai perlu adanya pembenahan tata niaga beras dalam mendukung aspek reformasi guna menunjang perbaikan di masa mendatang.

“Saya kira rantai distribusi menjadi aspek penting dari tata niaga di Indoneisa. Tentunya kita tidak ingin kejadian ini bertualang lagi di masa mendatang. Kalau kita lihat ada sekian ratus triliun yang bisa diselamatkan dari reformasi ini,” pungkasnya.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia