Jumat, 15 Mei 2026

Industri Kreatif Dorong Kebutuhan Efisiensi

Penulis : Heru Febrianto
8 Sep 2025 | 11:43 WIB
BAGIKAN
Feel Good Network yang diluncurkan oleh Wisnu Satya Putra, mantan CEO Dentsu Creative Indonesia, bersama Wira Gumay. (Foto Ist)
Feel Good Network yang diluncurkan oleh Wisnu Satya Putra, mantan CEO Dentsu Creative Indonesia, bersama Wira Gumay. (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – Para brand di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehati-hatian ekonomi mendorong kebutuhan efisiensi, sementara perilaku konsumen dan media semakin terfragmentasi.

Di sisi lain, siklus tren yang begitu cepat menuntut brand bergerak lincah tanpa kehilangan daya tarik. Akibatnya, banyak brand terjebak pada solusi yang terbatas, sehingga kampanye berjalan terpisah dan kesempatan untuk integrasi menyeluruh terlewatkan.

Feel Good Network yang diluncurkan oleh Wisnu Satya Putra, mantan CEO Dentsu Creative Indonesia, bersama Wira Gumay hadir di industri dengan janji berbeda, menempatkan klien sebagai sentral utama, menghadirkan solusi kolaboratif yang dirancang adaptif, serta menggabungkan standar global dengan agilitas talenta kreatif terbaik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Berbeda dengan model tradisional agensi pemasaran dan periklanan, Feel Good Network menghadirkan solusi kreatif berbasis kebutuhan klien yang melampaui sebatas kampanye.

Layanannya mencakup IP Building & Collaboration, membantu brand membangun aset jangka panjang dan relevansi budaya, bukan sekadar ide sesaat. Modular Creative Expertise, mengintegrasikan ATL, BTL, TTL, hingga aktivasi digital dengan menghadirkan ahli yang tepat pada waktu yang tepat. Close Partnership, bekerja berdampingan dengan klien untuk bersama-sama menciptakan strategi yang sesuai dengan realita bisnis.

“Klien tidak membutuhkan hanya sekadar agency, yang mereka butuhkan adalah partner bisnis yang benar-benar memahami realita bisnis, bergerak secepat bisnis mereka, dan bersama-sama menciptakan solusi yang tepat di keadaan market saat ini,” ujar CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Didukung oleh investasi ekuitas swasta serta tim kepemimpinan berpengalaman dari berbagai agensi multinasional, Feel Good Network memadukan standar internasional yang terbukti dengan pemahaman budaya lokal dan kemampuan beradaptasi. Model hybrid ini memungkinkan jaringan untuk terus berkembang, sekaligus tetap berakar kuat di pasar Indonesia.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kami bukan hanya sekadar KPI kampanye. Yang terpenting adalah bagaimana proses dan kemitraan itu terasa menyenangkan. Ketika kolaborasi berjalan dengan baik, dampaknya akan mengikuti,” tambah COO Feel Good Network, Wira Gumay.

Feel Good Network percaya bahwa ketika klien, tim, dan partner sama-sama merasa “feel good”, industri pun akan ikut berkembang. Filosofi inilah yang menjadi landasan setiap langkah perusahaan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang-orang, bagi industri, dan bagi karya yang kami ciptakan bersama.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia