Minggu, 21 Juni 2026

Dekarbonisasi Angkat Daya Saing Pertamina 

Penulis : Harso Kurniawan
16 Sep 2025 | 20:43 WIB
BAGIKAN
Fasilitas produksi migas Cinta Complex merupakan bagian dari Wilayah Kerja Offshore Southeast Sumatra (WK OSES) yang dikelola oleh PHE OSES.
Fasilitas produksi migas Cinta Complex merupakan bagian dari Wilayah Kerja Offshore Southeast Sumatra (WK OSES) yang dikelola oleh PHE OSES.

JAKARTA, Investor.id - Pakar ekonomi dan lingkungan IPB University Eka Intan Kumala Putri menilai positif upaya Pertamina mereduksi 1 juta ton lebih ekuivalen emisi karbon pada semester I-2025. Hal tersebut bisa menempatkan BUMN energi itu sebagai trendsetter dekarbonisasi sekaligus meningkatkan daya saing.

”Sebagai trendsetter, industri-industri lain mengikuti langkah Pertamina. Orang akan melihat bahwa sebagai perusahaan besar, Pertamina mampu mereduksi karbon dalam jumlah besar, supaya hasilnya kelihatan,” kata Eka, Selasa (16/9/2025).

Menurut Eka, berbagai upaya Pertamina mereduksi karbon harus diapresiasi. Dia berharap, upaya itu terus berlanjut, termasuk melalui transisi energi yang saat ini pun terus dikembangkan Pertamina. Pertamina harus mampu mengonversi penggunaan energi fosil seperti batubara kepada yang lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

Begitu juga produk yang dihasilkan, kata dia, Pertamina juga harus terus mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) seperti panas bumi, biofuel, bioetanol, dan bahkan pengolahan minyak jelantah menjadi bioavtur.

”Makanya kalau Pertamina memiliki target rendah karbon dan itu tercapai, tentu bagus dan kita apresiasi. Meski tentu saja harus terus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Karena mau tidak mau, semua industri mengarah pada proses industri rendah karbon,” lanjut Eka.

Dari sisi ekonomi, Eka menilai upaya Pertamina juga sangat menguntungkan, terutama dalam jangka panjang, termasuk meningkatkan saya saing di tingkat global.  Saat ini, komunitas bisnis global sangat ketat dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan (environmentally friendly). Semua harus memiliki sertifikat, produksi bersih, clean and clear, dan seterusnya. Jika ada perusahaan yang masih menggunakan proses produksi kotor, tentu tidak mampu bersaing di tingkat global.

Makanya, lanjut dia, berbagai upaya Pertamina untuk mengurangi emisi rendah karbon, tentu memberikan efek positif ketika bertransaksi. ”Ada insentif intangible, jika menggunakan produksi bersih, akan terbangun imej bahwa Pertamina ramah lingkungan,” ucap dia.

Memang, jelas Eka, berbagai investasi teknologi yang dilakukan untuk mengurangi emisi karbon, dalam jangka pendek bisa saja mengurangi keuntungan yang ada. Sebab, sustainability ditentukan oleh produksi yang rendah karbon.

“Mereduksi rendah karbon butuh biaya, tekonologi. Biaya ini akan mengurangi profit dalam jangka pendek. Tetapi, dalam jangka panjang, akan menjadi benefit bagi perusahaan,” tutup Eka.

Sebelumnya, PT Pertamina menyampaikan, bahwa melalui program dekarbonasi, perusahaan terus mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission 2060.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, hingga pertengahan 2025, realisasi penurunan emisi atau dekarbonisasi Pertamina telah menembus 1 juta ton CO2 ekuivaleb, mendekati sebagian besar dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian dekarbonisasi tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. "Rata-rata pencapaian berada jauh di atas realisasi tahun lalu. Tren positif ini memperkuat langkah Pertamina sebagai lokomotif transisi energi nasional," terang Fadjar ketika itu.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia