Sabtu, 4 April 2026

Energi Nuklir di Depan Mata, Pembangkit Terapung Jadi Solusi bagi RI?

Penulis : Wahyu Setyowati
27 Sep 2025 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia, Sama Bilbao y León dalam kegiatan World Atomic Week di Moskow, Rusia. (B-Universe/Wahyu Setyowati)
Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia, Sama Bilbao y León dalam kegiatan World Atomic Week di Moskow, Rusia. (B-Universe/Wahyu Setyowati)

MOSKOW, investor.id - Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 15 September 2025 membuka pintu baru bagi arah pengembangan listrik tenaga nuklir di nusantara.

Melalui aturan tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) ini, Indonesia akan makin agresif mengurangi penggunaan batu bara, menargetkan pemanfaatannya menjadi 7,8% hingga 11% pada 2060.

Selain mengejar akselerasi pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan yang telah berjalan seperti tenaga air, biomassa, tenaga surya dan juga tenaga angin, untuk pertama kalinya energi tenaga nuklir dimasukkan ke dalam bauran energi nasional.

Advertisement

Di sela-sela perhelatan World Atomic Week di Moskow, Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia, Sama Bilbao y León menyebutkan bahwa konsistensi kebijakan serta peta jalan menjadi salah satu kunci paling krusial dalam pengembangan energi tenaga nuklir di suatu negara, termasuk Indonesia.

“Yang penting adalah rencana dan peta jalan jangka panjang, karena kalau kebijakan sering berubah, terus berubah setiap 4-5 tahun, maka (pengembangan energi tenaga nuklir) ini tidak akan bisa berjalan," ungkapnya dalam sesi briefing kepada media di Moskow, Rusia, Jumat (26/9/2025).

Sama Bilbao menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat, termasuk di Indonesia, semakin meningkat atas pentingnya dukungan energi untuk mendukung kehidupan di semua sektor.

Meski demikian, Sama mengingatkan bahwa suara mayoritas publik juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah, termasuk terkait kekhawatiran yang masih menyelimuti sebagian besar kalangan terkait faktor keamanan dan keselamatan teknologi nuklir.

“Tidak boleh ada negara yang maju (dengan rencana kebijakannya) tanpa persetujuan rakyatnya. (Jika memang masih ada kekhawatiran atas aspek keselamatan dan keamanan teknologi nuklir) maka harus ada diskusi serius dan mendalam sebelum kemudian dijalankan," ucap Sama lebih lanjut.

Kondisi geografis Indonesia yang berada di Pacific Ring of Fire dengan risiko bencana tinggi, juga harus menjadi perhatian tersendiri.

Deputi Direktur Jenderal untuk Solusi Energi Terapung ROSATOM Mechanical Engineering LLC, Vladimir Aptekarev menyebutKAN bahwa dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia, PLTN terapung bisa menjadi opsi.

Usai sesi diskusi “Clean Energy for a Green Planet” di World Atomic Week, Aptekarev menyebut bahwa Floating Power Unit (FPU) atau unit pembangkit terapung yang dikembangkan BUMN Atom Rusia ini dirancang untuk tahan terhadap guncangan hingga 8-9 skala richter.

“Kami sangat selektif dalam merancang dan mengembangkan FPU agar tahan dan terlindungi dari gelombang tsunami. Kami juga memilih homebase yang memiliki pelabuhan dengan sistem perlindungan (bencana) yang kuat, dan kami ingatkan para mitra pengguna FPU untuk memasang sistem perlindungan tambahan sekiranya dibutuhkan, seperti misalnya pemecah gelombang," tegasnya.

Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia yang terbaru, pemerintah menargetkan bauran energi nuklir sebesar 0,4% hingga 0,5% pada 2032. Angka ini kemudian ditargetkan meningkat menjadi 2,8% hingga 3,4% pada 2040, kemudian 6,8% hingga 7% pada 2050, dan 11,7% hingga 12,1% pada 2060.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 23 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 45 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 47 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 59 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia