Energi Nuklir di Depan Mata, Pembangkit Terapung Jadi Solusi bagi RI?
MOSKOW, investor.id - Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 15 September 2025 membuka pintu baru bagi arah pengembangan listrik tenaga nuklir di nusantara.
Melalui aturan tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) ini, Indonesia akan makin agresif mengurangi penggunaan batu bara, menargetkan pemanfaatannya menjadi 7,8% hingga 11% pada 2060.
Selain mengejar akselerasi pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan yang telah berjalan seperti tenaga air, biomassa, tenaga surya dan juga tenaga angin, untuk pertama kalinya energi tenaga nuklir dimasukkan ke dalam bauran energi nasional.
Di sela-sela perhelatan World Atomic Week di Moskow, Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia, Sama Bilbao y León menyebutkan bahwa konsistensi kebijakan serta peta jalan menjadi salah satu kunci paling krusial dalam pengembangan energi tenaga nuklir di suatu negara, termasuk Indonesia.
“Yang penting adalah rencana dan peta jalan jangka panjang, karena kalau kebijakan sering berubah, terus berubah setiap 4-5 tahun, maka (pengembangan energi tenaga nuklir) ini tidak akan bisa berjalan," ungkapnya dalam sesi briefing kepada media di Moskow, Rusia, Jumat (26/9/2025).
Sama Bilbao menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat, termasuk di Indonesia, semakin meningkat atas pentingnya dukungan energi untuk mendukung kehidupan di semua sektor.
Meski demikian, Sama mengingatkan bahwa suara mayoritas publik juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah, termasuk terkait kekhawatiran yang masih menyelimuti sebagian besar kalangan terkait faktor keamanan dan keselamatan teknologi nuklir.
“Tidak boleh ada negara yang maju (dengan rencana kebijakannya) tanpa persetujuan rakyatnya. (Jika memang masih ada kekhawatiran atas aspek keselamatan dan keamanan teknologi nuklir) maka harus ada diskusi serius dan mendalam sebelum kemudian dijalankan," ucap Sama lebih lanjut.
Kondisi geografis Indonesia yang berada di Pacific Ring of Fire dengan risiko bencana tinggi, juga harus menjadi perhatian tersendiri.
Deputi Direktur Jenderal untuk Solusi Energi Terapung ROSATOM Mechanical Engineering LLC, Vladimir Aptekarev menyebutKAN bahwa dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia, PLTN terapung bisa menjadi opsi.
Usai sesi diskusi “Clean Energy for a Green Planet” di World Atomic Week, Aptekarev menyebut bahwa Floating Power Unit (FPU) atau unit pembangkit terapung yang dikembangkan BUMN Atom Rusia ini dirancang untuk tahan terhadap guncangan hingga 8-9 skala richter.
“Kami sangat selektif dalam merancang dan mengembangkan FPU agar tahan dan terlindungi dari gelombang tsunami. Kami juga memilih homebase yang memiliki pelabuhan dengan sistem perlindungan (bencana) yang kuat, dan kami ingatkan para mitra pengguna FPU untuk memasang sistem perlindungan tambahan sekiranya dibutuhkan, seperti misalnya pemecah gelombang," tegasnya.
Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia yang terbaru, pemerintah menargetkan bauran energi nuklir sebesar 0,4% hingga 0,5% pada 2032. Angka ini kemudian ditargetkan meningkat menjadi 2,8% hingga 3,4% pada 2040, kemudian 6,8% hingga 7% pada 2050, dan 11,7% hingga 12,1% pada 2060.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






