Minggu, 5 April 2026

Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 41,05 Miliar di 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Feb 2026 | 12:05 WIB
BAGIKAN
Truk kontainer melintasi deretan peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 41,05 miliar pada Januari-Desember 2025. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Truk kontainer melintasi deretan peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 41,05 miliar pada Januari-Desember 2025. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

JAKARTA, investor.id - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 41,05 miliar pada Januari-Desember 2025. Surplus ini lebih tinggi US$ 9,72 miliar dari periode yang sama pada 2024.  

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai US$ 282,91 miliar sedangkan nilai impor sebesar US$ 241,86 miliar selama 2025. Neraca perdagangan sudah mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Desember 2025  mencapai surplus US$41,05 miliar,” ungkap  Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers secara hibrida di kantornya, Jakarta pada Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ateng merinci, surplus neraca perdagangan disokong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yaitu sebesar US$ 60,75 miliar pada Januari-Desember 2025. Angka ini lebih tinggi US$ 9,02 miliar dari periode yang sama tahun 2024.  

“Sementara itu komoditas nonmigas masih mengalami defisit sebesar US$ 19,7 miliar atau lebih rendah US$ 0,7 miliar dari posisi Januari-Desember 2024,” kata dia.

Bila dilihat berdasarkan negara mitra dagang, tiga negara dengan penyumbang surplus secara gabungan migas dan nonmigas selama 2025 adalah Amerika Serikat (US$ 18,11 miliar), India (US$ 13,49 miliar), dan Filipina (US$ 8,42 miliar).

Sedangkan tiga negara penyumbang defisit pada neraca perdagangan gabungan migas dan nonmigas selama 2025 adalah Tiongkok (US$ 20,50 miliar), Australia (US$ 5,63 miliar); dan Singapura (US$ 5,47 miliar).

Komoditas nonmigas penyumbang surplus untuk Januari-Desember 2025 adalah lemak dan minyak hewan nabati (US$ 34,06 miliar); bahan bakar mineral (US$ 28,01 miliar); besi dan baja (US$ 18,44 miliar); nikel dan barang daripadanya (US$ 9,63 miliar); serta alas kaki (US$ 6,66 miliar).

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia