Sabtu, 4 April 2026

Kepatuhan Regulasi Tantangan Terbesar E-commerce Lintas Batas 

Penulis : Harso Kurniawan
15 Feb 2026 | 20:57 WIB
BAGIKAN
Regulasi E-commerce. (ist)
Regulasi E-commerce. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Pada tahun 2025, e-commerce lintas batas terus berkembang pesat. Namun,  biaya kepatuhan yang tidak terlihat mulai membatasi ruang pertumbuhan.

Laporan E-Commerce Global Otto Media Grup 2025 mencatat, meskipun nilai e-commerce lintas batas global mencapai hampir US$ 1,24 triliun, tingkat pembatalannya mencapai sekitar 70%. Hal ini terkait dengan ketidakpastian pajak, bea cukai, biaya pengiriman, serta kepatuhan regulasi di masing-masing negara tujuan.

Laporan tersebut menegaskan, hambatan utama saat ini bukan lagi pada apakah pesanan tersedia, melainkan apakah dapat diselesaikan dengan lancar di setiap negara dengan memperhatikan pajak, bea cukai, kebijakan platform, dan peraturan data yang berlaku.” Dengan kata lain, tantangan utama bukan lagi akuisisi pasar, tetapi orkestrasi kepatuhan lintas yurisdiksi.

Advertisement

Laporan ini juga menguraikan pengetatan regulasi yang dihadapi sektor e-commerce di berbagai negara. Di China, ekspor dan impor e-commerce lintas batas diperkirakan mencapai US$3.700 pada 2024, disertai peraturan pajak dan pengawasan barang yang semakin rinci.

Di Amerika Serikat (AS), sistem bebas pajak untuk barang bernilai rendah diperkirakan berakhir pada 2025, yang akan berdampak pada sekitar 70% paket yang berasal dari China. Sementara itu, di Uni Eropa, tanggung jawab platform untuk pemungutan dan pembayaran pajak terus diperkuat setelah reformasi pajak e-commerce.

Dalam konteks tersebut, Otto Media Grup mencatat adanya kontradiksi struktural saat melayani klien di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa. Merek-merek mengalokasikan anggaran besar untuk iklan dan subsidi guna meningkatkan GMV (gross merchandise value).

Namun, proses seperti pelaporan pajak lintas batas, dokumen bea cukai, dan kepatuhan data lokal masih sangat bergantung pada outsourcing yang terfragmentasi serta pengalaman manual. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari setengah merek e-commerce lintas batas terpaksa menarik produk atau menghentikan iklan sementara akibat masalah kepatuhan, dan lebih dari sepertiga kerugian terjadi karena pesanan yang tidak dapat diselesaikan dengan lancar.

Budi Santoso, media manager Otto Media Grup, menegaskan, perubahan lanskap ini menuntut pendekatan yang lebih terstruktur. Banyak merekmasih berpikir pertumbuhan lintas batas hanya soal trafik dan GMV. Padahal, yang menentukan keberlanjutan adalah kepastian kepatuhan.

“Jika pajak, bea cukai, dan aturan data tidak disimulasikan sejak awal, setiap pesanan berpotensi menjadi risiko. Kami melihat masa depan e-commerce bukan lagi tentang ekspansi cepat, tetapi ekspansi yang terukur dan patuh,” ujar dia, Minggu (15/2/2026).

Laporan ini menyimpulkan, kompetisi berikutnya dalam e-commerce lintas batas tidak lagi bergantung pada iklan besar atau kurva GMV yang impresif, melainkan pada kemampuan mengubah rantai pemenuhan yang tak terlihat menjadi fondasi pertumbuhan yang andal.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 47 detik yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 5 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 31 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 34 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia