Mendag: Harga Pangan Saat Ramadan–Idulfitri Relatif Terkendali
JAKARTA, investor.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa harga komoditas pangan selama periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini relatif terkendali. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan intensif yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di berbagai daerah.
Mendag Budi menjelaskan, selama bulan Ramadan pihaknya terus melakukan pemantauan harga pangan di pasar-pasar hingga mendekati Hari Raya atau H-1 Idulfitri.
Pemantauan tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh dan Sumatera Barat, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
“Selama bulan Ramadan kami terus melakukan pemantauan harga dan pasokan di pasar-pasar hingga menjelang H-1 Idulfitri,” ujar Mendag Budi di Jakarta, Rabu (1/3/2026).
Lebih lanjut, Mendag Budi melalui jajaran Kemendag secara rutin melakukan pemantauan harian melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini mencakup 550 titik pasar di 547 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan dukungan para kontributor dari dinas yang membidangi perdagangan di daerah.
Menurutnya, pemantauan tersebut tidak hanya berfungsi untuk mencatat data secara real-time, tetapi juga sebagai sistem peringatan dini. Dengan demikian, jika terjadi gangguan harga atau pasokan di suatu wilayah, pemerintah dapat segera melakukan koordinasi untuk penanganan yang cepat dan tepat.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga sejumlah bahan pokok pada periode Ramadan hingga H-1 Idulfitri tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Komoditas yang mengalami penurunan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng rakyat (Minyakita), bawang merah, cabai, dan bawang putih.
Selain itu, pola pergerakan harga dinilai masih dalam batas normal. Terjadi kenaikan harga secara bertahap menjelang H-1 Idulfitri, namun setelahnya kembali mengalami normalisasi tanpa gejolak signifikan.
“Dinamika ini menunjukkan bahwa pasokan dan distribusi berjalan dengan baik,” pungkas Mendag Budi.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






