Minggu, 21 Juni 2026

Indonesia Didesak Tiru Sistem Penyaluran Subsidi BBM dari Malaysia

Penulis : Erfan Ma’ruf
9 Apr 2026 | 19:40 WIB
BAGIKAN
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, belum lama ini. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kawasan Jakarta Timur, belum lama ini. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia didorong untuk segera merombak sistem subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar lebih tepat sasaran dengan menggabungkan pendekatan harga murah dan kuota yang terarah. Langkah ini dinilai mendesak guna menghentikan pemborosan anggaran negara yang selama ini dianggap tidak efisien.

Pengamat energi, Sofyano Zakaria, menyatakan bahwa Indonesia perlu memiliki keberanian dalam menata ulang distribusi subsidi. Ia menyoroti perbedaan mendasar dengan Malaysia yang kini sudah menerapkan sistem subsidi berbasis kuota dan identitas warga yang lebih maju.

“Kalau tidak berani berubah, kita akan terus membakar uang negara tanpa hasil yang adil,” kata Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sofyano menjelaskan bahwa Malaysia tidak lagi sekadar menjual BBM murah, melainkan mengatur volume konsumsi berdasarkan hak individu. Di negeri jiran, subsidi BBM seperti RON95 diberikan dengan kuota sekitar 200 liter per bulan per orang, di mana kelebihan konsumsi akan dikenakan harga pasar.

“Malaysia tidak lagi sekadar menjual BBM murah, tetapi mengatur siapa yang berhak dan berapa banyak yang boleh dikonsumsi. Ini langkah berani dan rasional,” ujarnya.

Sebaliknya, Sofyano mengkritik pola subsidi di Indonesia yang masih terjebak pada penjagaan harga murah namun lemah dalam pengendalian distribusi. Akibatnya, subsidi justru sering kali dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu dan pemilik kendaraan besar.

Indonesia Didesak Tiru Sistem Penyaluran Subsidi BBM dari Malaysia
Impor & Konsumsi BBM Nasional 5 Tahun Terakhir. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Indonesia seolah takut menaikkan harga atau membatasi konsumsi, sehingga subsidi justru dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak, termasuk pemilik kendaraan besar dan industri,” ungkap Sofyano.

Ia menegaskan bahwa efisiensi subsidi bukan sekadar masalah nominal harga, melainkan ketepatan sasaran. Sistem pengawasan di Indonesia yang saat ini berbasis kendaraan dan barcode dinilai masih memiliki banyak celah penyalahgunaan, seperti praktik pengisian berulang dan distribusi ilegal.

“Ini bukan soal murah atau mahal, tapi soal tepat atau tidak tepat sasaran. Malaysia menggunakan pendekatan berbasis individu yang lebih sulit dimanipulasi,” tegasnya.

Meski mengakui adanya risiko resistensi publik dan tekanan bagi pelaku transportasi, Sofyano menilai stabilitas harga yang saat ini dijaga pemerintah Indonesia hanyalah stabilitas semu yang membebani APBN.

“Indonesia memang lebih stabil secara sosial karena harga dijaga rendah. Tapi stabilitas semu ini mahal harganya. APBN kita terbebani, dan subsidi tidak tepat sasaran,” pungkas Sofyano.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 40 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia