Sabtu, 20 Juni 2026

Bahlil Sebut Harga Pertamax Bisa Turun Jika Tren Minyak Dunia Melemah

Penulis : Muharom Adi Yuliarta
20 Jun 2026 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026). (Foto: B-Universe/ Muharom Adi Yuliarta)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026). (Foto: B-Universe/ Muharom Adi Yuliarta)

PURWOREJO, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal positif bagi pengguna BBM nonsubsidi. Pemerintah membuka peluang untuk melakukan penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah, termasuk untuk jenis Pertamax, jika tren harga minyak dunia terus melandai.

Bahlil menjelaskan bahwa berbeda dengan BBM bersubsidi yang harganya dipatok oleh pemerintah, harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Artinya, harga tersebut akan menyesuaikan dengan fluktuasi harga minyak mentah global serta faktor keekonomian lainnya.

"Jika memang ada potensi penurunan harga, kami pasti akan melakukan penyesuaian," ujar Bahlil saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan ini mencuat di tengah ketidakpastian pasar energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut sempat memicu kekhawatiran publik karena berpotensi mengganggu pasokan dan distribusi energi dunia.

ADVERTISEMENT

Jaminan Harga BBM Subsidi

Di sisi lain, Bahlil memberikan jaminan masyarakat tidak perlu merasa cemas terkait harga BBM subsidi.

Pemerintah memastikan harga Pertalite dan LPG bersubsidi akan tetap stabil selama harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) belum menembus angka US$ 100 per barel.

"Meskipun ada dinamika geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia, harga BBM subsidi tidak akan naik selama ICP masih di bawah US$ 100 per barel," tegasnya.

Untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, evaluasi berkala akan terus dilakukan. Bahlil menekankan bahwa jika kondisi pasar global berbalik arah, maka ruang bagi penurunan harga menjadi sangat terbuka.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi secara cermat. Langkah ini diambil agar kebijakan harga energi tetap mencerminkan kondisi pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga.

Kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang diatur melalui mekanisme pasar merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal negara. Secara historis, ketergantungan pada impor minyak mentah membuat Indonesia sangat rentan terhadap fluktuasi geopolitik, terutama di wilayah produsen minyak utama seperti Timur Tengah.

Sebagai mitigasi terhadap inflasi yang dapat membebani masyarakat, pemerintah menetapkan batasan ICP sebesar US$ 100 per barel sebagai garis pertahanan utama untuk menjaga kestabilan harga energi domestik.

Keputusan untuk menyesuaikan harga nonsubsidi secara periodik bertujuan menciptakan ekosistem pasar yang sehat, di mana harga yang dibayar konsumen lebih mencerminkan biaya perolehan energi yang sesungguhnya di pasar internasional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 23 menit yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 40 menit yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 1 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Finance 1 jam yang lalu

Optimalisasi Pengelolaan Dana, Fintech Ini Bangun Kolaborasi Strategis Global

SplitPay berperan pada sektor Financial Infrastructure dan Fund Development yang mendukung pengembangan teknologi keuangan.
Business 2 jam yang lalu

Chandra Asri Group Klarifikasi Kepemilikan Saham PRDA Hanya Bagian dari Pengelolaan Portofolio Investasi

Chandra Asri Group menegaskan pembelian saham PRDA pada April 2026 merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia