Minggu, 21 Juni 2026

Hilirisasi Kelapa Jambi Dilirik Investor Jerman

Penulis : Prisma Ardianto
10 Apr 2026 | 19:03 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Seorang pekerja mengupas kulit buah kelapa, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Foto ilustrasi. Seorang pekerja mengupas kulit buah kelapa, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

TANJAB TIMUR, investor.id – Potensi hilirisasi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, mulai menarik minat pemodal asing. Investor asal Jerman dilaporkan tengah melakukan penjajakan serius untuk mengolah bahan mentah kelapa menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi di wilayah tersebut.

Keseriusan ini ditandai dengan kunjungan kelompok ahli "Roemah Kelapa Indonesia" (Tim Expert Roeki) bersama perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan calon investor di Tanjab Timur, Jumat (10/4/2026).

Bupati Tanjab Timur, Dillah Hikmah Sari, menyambut positif minat tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempermudah masuknya investasi. Dengan luas perkebunan kelapa mencapai 51 ribu hektare, Tanjab Timur merupakan salah satu sentra kelapa terbesar di Jambi.

ADVERTISEMENT

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, bahkan karpet merah bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Tanjab Timur,” tegas Dillah, seperti dikutip dari Antara.

Dillah menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini, kehadiran investor asing menjadi solusi strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi ini sejalan dengan program strategis nasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas seperti minyak kelapa, santan, sabut, hingga tempurung.

Investor asal Jerman, Philips Wallat, menyatakan ketertarikannya terhadap potensi kelapa dalam di wilayah ini. Ia menilai Tanjab Timur berpeluang besar menjadi pusat industri pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor.

“Saat ini masih dilakukan kajian lebih mendalam terhadap potensi turunan kelapa, khususnya pada bagian sabut dan batok kelapa yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujar Philips.

Rencananya, sampel sabut dan batok kelapa tersebut akan diteliti lebih lanjut di Jerman untuk pengembangan produk berbasis teknologi yang mampu menembus pasar internasional. Penjajakan awal ini diharapkan dapat melahirkan inovasi produk turunan yang kompetitif dan memperkuat posisi Tanjab Timur sebagai pusat kelapa unggulan di Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia