Krisis Energi Global Dorong Minat Sepeda Listrik di Indonesia
JAKARTA, investor.id – Ketidakpastian geopolitik global mulai berdampak pada sektor energi dan memicu perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi. Gangguan pasokan, kenaikan harga bahan bakar, serta fluktuasi harga minyak dunia mendorong masyarakat Indonesia mencari alternatif mobilitas yang lebih efisien dan terjangkau.
Dalam beberapa waktu terakhir, kenaikan biaya transportasi dan kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar menjadi isu yang semakin dirasakan di tingkat rumah tangga. Kondisi ini turut mendorong peningkatan minat terhadap kendaraan listrik, khususnya sepeda listrik, sebagai solusi mobilitas harian.
Salah satu pelaku industri yang melihat peluang tersebut adalah NUV, brand sepeda listrik yang berada di bawah PT Pangeran Maju Bahagia. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak 2025 dan memfokuskan pengembangan pada kendaraan listrik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti perjalanan ke kantor, aktivitas usaha, hingga mobilitas keluarga.
General Manager NUV Handy Lie mengatakan, dinamika global saat ini telah mendorong masyarakat untuk lebih mempertimbangkan efisiensi energi dalam aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi. “Ketika pasokan bahan bakar terganggu dan harga terus naik akibat kondisi geopolitik, masyarakat membutuhkan solusi mobilitas yang lebih stabil dan ekonomis,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, kendaraan listrik, khususnya sepeda listrik, menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain itu, pengguna tidak perlu bergantung pada pasokan BBM, yang kerap berfluktuasi akibat kondisi global. Di sisi lain, perubahan preferensi konsumen juga mulai terlihat, terutama di kawasan perkotaan. “Masyarakat dinilai semakin mempertimbangkan kendaraan dengan biaya perawatan rendah, penggunaan praktis, serta lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Sepeda listrik dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut, dengan keunggulan seperti emisi rendah, suara mesin yang lebih senyap, serta kemudahan penggunaan untuk jarak dekat hingga menengah. Seiring dengan itu, lanjutnya, pelaku industri juga mulai memperluas akses pasar melalui kanal digital dan jaringan distribusi yang lebih luas. Strategi ini dinilai penting untuk menjangkau konsumen urban yang semakin terbiasa dengan pembelian secara daring.
Ke depan, kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam sistem transportasi nasional, khususnya untuk mobilitas harian di kawasan perkotaan. “Dengan biaya yang lebih efisien dan ketergantungan yang lebih rendah terhadap bahan bakar fosil, sepeda listrik dinilai memiliki potensi besar di tengah tekanan sektor energi global,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






