Sabtu, 20 Juni 2026

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2026 | 22:13 WIB
BAGIKAN
Sebuah tank Israel melintas di dekat bangunan-bangunan yang hancur di Lebanon selatan, seperti terlihat dari Israel utara, Sabtu (20/6/2026). (Foto: AP/ Leo Correa)
Sebuah tank Israel melintas di dekat bangunan-bangunan yang hancur di Lebanon selatan, seperti terlihat dari Israel utara, Sabtu (20/6/2026). (Foto: AP/ Leo Correa)

TEHERAN, investor.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali membara. Pemerintah Iran mengumumkan kembali menutup jalur pelayaran vital, Selat Hormuz, pada Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas serangan udara Israel ke wilayah Lebanon yang dinilai telah melanggar kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Padahal, penutupan jalur perdagangan minyak dan gas internasional ini sempat memicu guncangan hebat pada pasar energi global selama perang berlangsung. Selat Hormuz baru saja mulai dibuka kembali dalam beberapa hari terakhir setelah adanya kesepakatan awal antara Iran dan AS, lapor AFP.

Hanya berselang beberapa jam setelah AS mengumumkan pembaruan gencatan senjata, jet tempur Israel justru dilaporkan membombardir wilayah Lebanon selatan. Pasukan Israel terlibat pertempuran sengit dengan pejuang Hizbullah di darat.

Komando Militer Pusat Iran menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bukti nyata pelanggaran kontrak oleh AS.

ADVERTISEMENT

"Mengingat adanya pelanggaran kontrak oleh AS dan pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, kami mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk seluruh lalu lintas kapal," tulis pernyataan resmi militer Iran sebagaimana dikutip AFP, Sabtu (20/6/2026).

Konflik terbaru ini langsung mengancam perjanjian damai yang baru saja ditandatangani minggu ini oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Salah satu poin krusial dalam perjanjian tersebut adalah penghentian perang regional di semua lini, termasuk Lebanon.

Akibat eskalasi ini, rangkaian dialog lanjutan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada hari Jumat terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan.

Saling Tuduh di Medan Perang

Pihak Israel berdalih bahwa serangan mereka merupakan respons defensif. Seorang pejabat militer Israel menuduh Hizbullah telah menembakkan lebih dari 50 proyektil ke arah pasukan mereka di Lebanon selatan semalam.

"Israel menghormati gencatan senjata, tetapi kami juga mempertahankan diri dari serangan teroris," ujar Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter.

Di sisi lain, Hizbullah menegaskan bahwa Israel sengaja memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk menyusup ke bukit Ali Taher, sebuah kawasan strategis yang menghadap ke Kota Nabatieh. "Kami memiliki hak penuh untuk menghadapi musuh ini ketika mereka menyerang kami," tegas anggota parlemen dari faksi Hizbullah Hassan Fadlallah.

Dampak dari saling serang ini sangat fatal bagi warga sipil:

- Wilayah Nabatieh: Media lokal melaporkan serangan udara Israel menghantam 20 titik lokasi, menewaskan 16 orang.

- Dekat Kota Sidon: Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 7 orang tewas dan 13 lainnya luka-luka akibat serangan udara di sebuah desa setempat.

Upaya Diplomasi di Balik Layar

Meskipun situasi di lapangan memanas, upaya diplomasi di Swiss tidak sepenuhnya mati. Delegasi teknis dari Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar dilaporkan masih berada di Swiss untuk menjaga agar jalur dialog tidak terputus total.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dikabarkan bertolak ke Swiss untuk mengembalikan proses negosiasi ke jalurnya setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, menunda perjalanannya.

Sedianya, pertemuan di Swiss ini menjadi pembuka bagi negosiasi intensif selama dua bulan ke depan untuk membahas isu-isu krusial yang belum terselesaikan, termasuk program nuklir Iran.

Ketegangan yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari eskalasi besar yang pecah pada awal Maret lalu. Saat itu, Hizbullah secara masif menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai aksi balas dendam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran akibat serangan udara gabungan AS dan Israel. Langkah Hizbullah ini secara otomatis menarik Lebanon masuk lebih dalam ke dalam pusaran konflik Timur Tengah.

Hubungan antara Israel dan Lebanon sendiri memang tidak pernah harmonis; kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dan secara teknis terus berada dalam status perang selama beberapa dekade. Upaya damai sempat diupayakan pada April lalu melalui skema gencatan senjata, namun kesepakatan tersebut runtuh di lapangan sebelum sempat diimplementasikan secara efektif.

Keterlibatan Iran dan Amerika Serikat sebagai aktor pemegang kendali di balik layar membuat konflik ini tidak sekadar menjadi perang regional, melainkan juga menyangkut geopolitik global. Bagi Iran, kedaulatan Lebanon dan eksistensi Hizbullah adalah garis merah yang memengaruhi pengaruh mereka di kawasan.

Sementara bagi AS, stabilitas Timur Tengah dan keamanan Israel adalah prioritas, yang kini coba diimbangi dengan desakan agar pemerintah Lebanon mampu melucuti senjata Hizbullah dan mengambil alih kendali penuh atas wilayah kedaulatannya sendiri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 10 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 23 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 34 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 54 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 1 jam yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia