Aismoli: Penjualan Motor Listrik Bisa Tembus 100 Ribu Unit Jika Insentif Berlanjut
JAKARTA, investor.id – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) memproyeksikan penjualan sepeda motor listrik nasional bakal melonjak signifikan pada 2026. Target optimistis di angka 100 ribu unit diyakini dapat tercapai, dengan syarat pemerintah memberikan kepastian kebijakan dan dukungan insentif yang tepat sasaran.
Ketua Aismoli, Budi Setyadi, menjelaskan bahwa tanpa tambahan stimulus khusus, pihaknya mematok angka penjualan motor listrik secara moderat di level 70 ribu unit. Target tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan tahun 2025 yang tercatat sekitar 61 ribu unit.
“Kita sudah forecast di tahun 2026 ini penjualan bisa mencapai sekitar angka 70 ribu unit,” ungkap Budi saat dihubungi, Selasa (14/4/2026).
Namun, Budi menegaskan potensi pasar domestik sebenarnya jauh lebih besar. Berkaca pada tahun 2024 saat program subsidi diberlakukan, penjualan motor listrik mampu menyentuh angka 77 ribu unit. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan insentif motor listrik memiliki peran krusial dalam menggeser minat masyarakat ke kendaraan ramah lingkungan.
“Kalau nanti ada insentif atau bantuan dari pemerintah, kita optimistis penjualan bisa mencapai 100 ribu unit,” imbuh Budi.
Selain besaran insentif, Aismoli menyoroti faktor kecepatan implementasi kebijakan sebagai kunci utama. Industri berharap pemerintah meminimalisir jeda waktu antara pengumuman kebijakan dengan eksekusi di lapangan untuk menghindari ketidakpastian pasar.
Budi menilai motor listrik telah menjadi pilihan transportasi harian yang strategis bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, sinyal percepatan penggunaan kendaraan listrik dari pemerintah harus segera diikuti dengan langkah konkret.
“Jangan sampai terlalu lama dari pengumuman kebijakan sampai implementasinya,” pungkas Budi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






