Kemenkes Dorong Alternatif Komposisi dan Komponen Obat
JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penggunaan alternatif komposisi dan komponen obat untuk mengurangi ketergantungan impor. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan kesehatan nasional di tengah masalah global yang semakin kompleks.
“Komitmen Kementerian Kesehatan untuk memastikan akses obat di Indonesia tetap terjaga ketersediaannya dan terjangkau harganya, dengan memberikan dukungan penuh bagi pembangunan dan penguatan usaha farmasi dalam negeri. Pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk berinvestasi serta berinovasi, termasuk mencari alternatif komposisi dan komponen obat (seperti kemasan) guna mengurangi ketergantungan impor di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku,” kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam Halalbihalal GP Farmasi Indonesia 2026 dan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, cukup memberikan dampak terhadap rantai pasok global. Kenaikan harga energi dunia serta gangguan logistik internasional berdampak langsung pada biaya produksi industri, termasuk sektor farmasi yang sampai saat ini masih bergantung pada bahan baku impor
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Prof dr Taruna Ikrar M. Biomed, Ph.D menambahkan bahwa stabilitas usaha farmasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada koordinasi erat dengan pelaku usaha farmasi.
“Peran BPOM dalam menjaga ketersediaan obat sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, antara lain melalui penguatan pengawasan rantai pasok obat dan makanan,” kata Prof Taruna.
Taruna juga menyampaikan keyakinannya bahwa sebagian besar produsen farmasi di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik (excellent). Ia menegaskan komitmen BPOM untuk terus berkomunikasi dengan industri guna menjamin kualitas obat, termasuk dari aspek komposisi dan ketersediaan komponen.
Dalam konteks ini, GP Farmasi, kata Taruna,memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah untuk menjembatani komunikasi antara regulator dan pelaku usaha farmasi. Sekaligus memastikan anggotanya dapat memenuhi standar kualitas dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan obat di Indonesia.
“Di tengah tekanan global, GP Farmasi Indonesia berkomitmen untuk menjadi penghubung strategis antara regulator dan pelaku usaha, guna memastikan ketersediaan obat tetap terjaga, harga tetap stabil, dan industri farmasi nasional tetap kompetitif. Kami sudah melakukan pendataan bahwa stok obat nasional masih sangat baik peredarannya di masyarakat sampai 3 bulan kedepan,” ujar Ketua Umum GP Farmasi Indonesia, F. Tirto Kusnadi.
Ia juga menambahkan bahwa industri farmasi nasional perlu terus didorong untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat rantai pasok domestik.
“Momentum kebersamaan ini menjadi sangat relevan untuk menyatukan langkah Bersama dalam memperkuat ketahanan farmasi nasional untuk Bersama sama menguatkan strategi kita dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku, serta mendorong daya saing global usaha farmasi Indonesia agar mendunia”.(nan)
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






