Bapanas Klaim Harga Minyakita Mulai Turun, tapi Masih Lampaui HET
JAKARTA, investor.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklarifikasi kabar melonjaknya harga Minyakita yang sempat dikabarkan menembus Rp 20.000 per liter di sejumlah daerah. Pemerintah mengeklaim tren harga minyak goreng kemasan rakyat tersebut saat ini justru mulai menunjukkan penurunan berkat pengawasan yang kian ketat.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa harga Minyakita yang sebelumnya berada di kisaran Rp 17.000 per liter, kini telah berangsur turun menjadi sekitar Rp 16.000 per liter di beberapa wilayah.
“Sebenarnya bukan naik, tapi sudah mulai turun. Kalau Minyakita dari Rp 17.000 ke Rp 16.000,” ujar Ketut dalam diskusi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta, Senin (20/4/2026).
Seperti yang diketahui, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. Ketut menjelaskan, salah satu pemicu harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah kerumitan rantai distribusi di lapangan.
Selain jalur resmi dari produsen ke distributor (D1 dan D2), ditemukan praktik pihak ketiga atau "marketing lepas" yang sulit ditertibkan sehingga mengerek harga di tingkat pengecer. "Ini yang agak sulit kita tertibkan dan membuat harga menjadi lebih tinggi,” jelas Ketut.
Selain itu, terbatasnya pasokan di pasar reguler juga dipengaruhi oleh penyerapan Domestic Market Obligation (DMO) yang saat ini masih difokuskan untuk kebutuhan bantuan pangan pemerintah. Hal tersebut membuat distribusi ke pasar menjadi sedikit terbatas.
Sebagai langkah solutif, Bapanas mengusulkan agar Perum Bulog dan ID Food mendapatkan alokasi hingga 60% dari DMO. Langkah ini dinilai strategis untuk mempermudah kontrol pemerintah terhadap stok Minyakita dan menekan potensi penyimpangan distribusi oleh oknum tidak resmi.
Dengan berbagai intervensi yang dilakukan, Bapanas meyakini harga Minyakita akan semakin stabil dan kembali sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. "Dengan pengawasan-pengawasan yang ketat kemarin, harganya sudah mulai turun dari Rp 17.000. Selama ini rata-rata sudah Rp 16.000," tandas dia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






