Minggu, 21 Juni 2026

Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur

Penulis : Gesa Vitara
24 Apr 2026 | 10:59 WIB
BAGIKAN
Pupuk Indonesia menggelar "Media Gathering Regional 4" di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 April 2026. (Pupuk Indonesia/Istimewa)
Pupuk Indonesia menggelar "Media Gathering Regional 4" di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 April 2026. (Pupuk Indonesia/Istimewa)

MAKASSAR, investor.id - Memasuki musim tanam April-September, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi wilayah Indonesia bagian Timur sebanyak 205.451 ton. Stok ini sudah berada di gudang penyangga tingkat kabupaten/kota, gudang Pelaku Usaha Distribusi (PUD), dan gudang milik Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani menjelaskan bahwa stok ini terdiri dari enam jenis pupuk bersubsidi, seperti Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus Kakao, Organik, ZA, dan SP-36.

"Pupuk ini siap ditebus petani untuk mendukung peningkatan produktivitas di musim tanam April-September. Kami berharap petani mengoptimalkan stok ini dengan melakukan penebusan," ujar Wisnu dalam acara "Media Gathering Regional 4" di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).

Selain stok, Wisnu juga menyampaikan bahwa penebusan pupuk subsidi hingga April 2026 sudah mencapai 357.227 ton, atau sekitar 21 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah Regional 4 atau Indonesia bagian Timur selama 2026 sebesar 1.689.794 ton.

ADVERTISEMENT

Tingginya serapan pupuk di Indonesia Timur ini juga memberikan kontribusi pada besarnya penyerapan pupuk nasional. Pada periode yang sama, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional mencapai 2,85 juta ton atau sekitar 29% dari total alokasi sebesar 9,85 juta ton. 

Capaian ini menunjukkan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia bagian Timur berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan, seiring dengan penguatan sistem distribusi serta dukungan digitalisasi dalam proses penebusan pupuk oleh petani.

Lebih lanjut, Wisnu mengungkapkan, tingginya serapan pupuk bersubsidi di awal tahun ini juga didukung kemudahan akses petani yang diberikan Pemerintah melalui sejumlah perubahan. Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 menyederhanakan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi menjadi lebih terintegrasi dan efisien yang disempurnakan pada Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025.

"Banyak sekali kemudahan yang diberikan. Selain penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025 lalu, petani juga sudah bisa menebus pupuk bersubsidi sejak awal tahun, tidak lagi menunggu birokrasi yang panjang," kata Wisnu.

Ia juga menjelaskan, untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia bagian Timur, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain 107 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 2.207 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). 

Adapun PUD dan PPTS ini tersebar di seluruh Indonesia bagian Timur, mulai dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, kegiatan media gathering ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada publik terkait tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sesuai penugasan Pemerintah.

Selain itu, melalui forum ini, Pupuk Indonesia juga mengajak insan media untuk turut berperan aktif dalam menyampaikan informasi sehingga mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Wisnu memandang pentingnya peran media dalam mengawal swasembada pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi dan komunikasi dengan rekan-rekan media sebagai mitra strategis perusahaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi,” tutup Wisnu.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia