Minggu, 21 Juni 2026

Purbaya Ungkap Ketersediaan Pupuk Nasional

Penulis : Erfan Ma’ruf
26 Apr 2026 | 08:31 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stok pupuk nasional dalam kondisi aman, bahkan siap untuk ekspor di tengah krisis produksi pupuk yang melanda sejumlah negara akibat konflik di Timur Tengah.

Mekanisme subsidi pupuk yang diberikan di awal turut membantu meringankan beban produsen, sehingga kinerja produksi pupuk nasional tetap bertahan.

“Karena kita bayar subsidi pupuk di depan, lebih dari Rp20 triliun di awal tahun. Jadi cost of capital mereka turun, tidak perlu pinjam ke bank,” ujar Purbaya di Jakarta Selatan, dikutip pada Minggu (26/4/2026). 

ADVERTISEMENT

Pemerintah diketahui menerapkan skema pembayaran subsidi pupuk di muka untuk pengadaan bahan baku. Dana tersebut diberikan sebelum proses produksi dan penyaluran, berdasarkan selisih antara harga komersial dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dengan skema tersebut, Menkeu menilai produsen bisa beroperasi lebih cepat dan efisien.

“Mereka bisa beroperasi dengan cepat dan lebih efisien. Kalau punya duit kan gampang beli ini, beli itu. Sehingga kita sekarang produksinya, kata Menteri Pertanian, sudah tinggi dan bahkan siap ekspor ketika dunia lagi pusing di pupuk,” jelasnya. 

Purbaya menjelaskan, kondisi produksi pupuk Indonesia berbanding terbalik dengan sejumlah negara lain yang terdampak konflik geopolitik. Ketegangan konflik Iran dan Amerika Serikat telah mengganggu rantai pasok global.

Gangguan jalur distribusi di Selat Hormuz serta lonjakan harga gas alam menyebabkan biaya produksi pupuk, khususnya urea, meningkat tajam di banyak negara. Hal ini memicu kelangkaan pupuk di pasar global.

"Padahal kita mikirnya (krisis) BBM aja, tapi di World Bank dan IMF juga disebutkan pupuk," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan terdapat permintaan impor pupuk urea dari empat negara, yakni India, Australia, Filipina, dan Brasil, di tengah dinamika pasokan global.

Ia menyebut India telah mengajukan permintaan sekitar 500 ribu ton pupuk urea. Sementara Australia menyepakati pengiriman tahap awal sebesar 250 ribu ton.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia