Rosan Pastikan Evaluasi Menyeluruh KAI Buntut Kecelakaan di Bekasi Timur
JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul insiden kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang.
Rosan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut, dan menegaskan pentingnya peningkatan aspek keselamatan serta sistem perkeretaapian. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi atas akibat peristiwa tersebut.
"Kita akan melakukan revalusi secara menyeluruh terhadap pertama keselamatan kemudian sistem kereta api yang ada. Dan ini menjadikan kita memang selalu evaluasi secara penyeluruh lah, gitu ya," kata Rosan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan transportasi, di samping peningkatan kenyamanan layanan.
"Karena keselamatan itu kan memang adalah hal yang paling utama dalam rangka kita, selain meningkatkan kenyamanan, tapi keselamatan adalah yang nomor satu," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria menegaskan selain evaluasi pada sisi keamanan juga akan menyasar sisi manajemen dengan melihat menelaah penyebab hingga dampak dari kejadian sebagai bahan perbaikan ke depan.
“(Dari sisi manajamen) termasuk semua akan kita evaluasi dan itu ada pihak yang berkembang untuk membuat evaluasi, tetapi di sisi kami secara kita akan evaluasi dahulu bagaimana penyebab, efek, apakah ada yang sulit atau tidak, itu akan jadikan untuk evaluasi,” lanjutnya.
Dia juga menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan perbaikan perlintasan kereta api. Dony menyebut perbaikan 1.800 pelintasan kereta telah masuk dalam program kerja yang telah disepakati.
“Kurang lebih 1.800 pelintasan kereta kita selama ini wajib diperbaiki," tegasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






