Kamis, 14 Mei 2026

Buntut Kecelakaan di Bekasi Timur, Pemerintah Akan Benahi 76 Perlintasan KA

Penulis : Ricki Putra Harahap
13 Mei 2026 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/5/2026) (B-Universe/Ricki Putra Harahap)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/5/2026) (B-Universe/Ricki Putra Harahap)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah akan membenahi 76 perlintasan sebidang kereta api yang tersebar di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur beberapa pekan lalu.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Liar

"Tentu tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata AHY seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip pada Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, AHY menjelaskan perbaikan tersebut mencakup pembangunan palang pintu kereta, flyover, maupun underpass di titik-titik rawan kecelakaan. 

“Memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” imbuhnya.

Baca juga: KAI Logistik Terus Perkuat Budaya Kerja Inklusif

Selain itu, AHY mengatakan pemerintah juga berencana menutup sejumlah perlintasan yang menjadi titik rawan kecelakaan, serta memperkuat sistem persinyalan dan modernisasi transportasi kereta api.

“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” ujarnya.

Selain itu, dalam rapat terbatas AHY mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional terutama jalur Trans Sumatra, Trans Kalimantan, serta pengembangan jaringan kereta di Sulawesi.

“Ini sebagai bentuk dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah, karena kereta bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk angkut logistik atau komoditas di sejumlah daerah,” imbuhnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 20 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia