Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Sentuh Rp 353 Triliun
JAKARTA, investor.id - Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat secara kumulatif dari tahun 2012 sampai triwulan I-2026 realisasi investasi di KEK mencapai Rp 353 triliun. Realisasi investasi ini terdiri dari dari 365 Badan Usaha (BU) dan Pelaku Usaha (PU), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 273.301 orang.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menyampaikan bahwa pengembangan KEK juga perlu didukung oleh kesiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca Juga:
Siap Dirikan KEK Keuangan, Airlangga: Agar Investasi Global Tak Cuma Dinikmati Negara Tetangga“Diperlukan upaya penguatan link and match antara kebutuhan KEK dengan kurikulum dan kapasitas pelatihan, juga langkah proaktif dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dan para PU dalam bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memastikan pemenuhan kebutuhan pekerja secara cepat dan tepat,” ujar Edwin dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (29/4/2026).
Pada triwulan I-2026, tambahan investasi tercatat sebesar Rp17,5 triliun atau sekitar 25% dari target, serta penambahan tenaga kerja sebanyak 24.229 orang atau 47% dari target tahun 2026. Sebanyak 10 KEK telah mencapai lebih dari 25% target investasi, dan 11 KEK mencapai 25% target penyerapan tenaga kerja.
Dampak positif KEK turut diperkuat oleh Kajian Prospera yang mencatat bahwa wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173% lebih tinggi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4% dibandingkan wilayah tanpa KEK.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pemerintah mendorong pengembangan KEK tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga pada kualitas dan dampaknya terhadap perekonomian.
“Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan sekaligus akselerator dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%,” ujar Airlangga.
Untuk mencapai hal tersebut, Airlangga menekankan pentingnya dukungan lintas Kementerian/Lembaga dalam mempercepat pengembangan KEK. Dia menyampaikan pentingnya peningkatan infrastruktur digital untuk menjawab kebutuhan pembangunan data center seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan quantum computing.
Terkait hal tersebut, terdapat dua kawasan strategis yang berpotensi untuk menjadi landing point pengembangan data center di Indonesia, yaitu KEK yang berada di Batam dan KEK Bitung.
“KEK membutuhkan dukungan lintas K/L, percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” terang Airlangga.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






