Minggu, 21 Juni 2026

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Sentuh Rp 353 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
29 Apr 2026 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rizal Edwin Manansang. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rizal Edwin Manansang. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat secara kumulatif dari tahun 2012 sampai triwulan I-2026 realisasi investasi di KEK mencapai Rp 353 triliun. Realisasi investasi ini terdiri dari dari 365 Badan Usaha (BU) dan Pelaku Usaha (PU), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 273.301 orang.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menyampaikan bahwa pengembangan KEK juga perlu didukung oleh kesiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Diperlukan upaya penguatan link and match antara kebutuhan KEK dengan kurikulum dan kapasitas pelatihan, juga langkah proaktif dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dan para PU dalam bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memastikan pemenuhan kebutuhan pekerja secara cepat dan tepat,” ujar Edwin dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pada triwulan I-2026, tambahan investasi tercatat sebesar Rp17,5 triliun atau sekitar 25% dari target, serta penambahan tenaga kerja sebanyak 24.229 orang atau 47% dari target tahun 2026. Sebanyak 10 KEK telah mencapai lebih dari 25% target investasi, dan 11 KEK mencapai 25% target penyerapan tenaga kerja.

Dampak positif KEK turut diperkuat oleh Kajian Prospera yang mencatat bahwa wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173% lebih tinggi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4% dibandingkan wilayah tanpa KEK.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pemerintah mendorong pengembangan KEK tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga pada kualitas dan dampaknya terhadap perekonomian.

“Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan sekaligus akselerator dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%,” ujar Airlangga.

Untuk mencapai hal tersebut, Airlangga menekankan pentingnya dukungan lintas Kementerian/Lembaga dalam mempercepat pengembangan KEK. Dia menyampaikan pentingnya peningkatan infrastruktur digital untuk menjawab kebutuhan pembangunan data center seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan quantum computing.

Terkait hal tersebut, terdapat dua kawasan strategis yang berpotensi untuk menjadi landing point pengembangan data center di Indonesia, yaitu KEK yang berada di Batam dan KEK Bitung.

“KEK membutuhkan dukungan lintas K/L, percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” terang Airlangga.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia