Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km
JAKARTA, investor.id – Pemerintah mulai tancap gas merealisasikan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek lintas provinsi yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur ini dirancang menjadi benteng utama dalam menghadapi kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah, dan risiko ekonomi akibat keduanya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan urgensi proyek ini dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini bertujuan mengorkestrasi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak langsung.
“Tadi merupakan sebuah kick-off meeting untuk mengorkestrasi berbagai kementerian dan lembaga termasuk pusat dan daerah, dan pada akhirnya nanti berbagai komunitas yang secara langsung dan tidak langsung akan terdampak,” ujar AHY.
AHY menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall ini mendesak akibat adanya tekanan ganda (twin pressure), yakni penurunan muka tanah (land subsidence) sebesar 1–20 cm per tahun dan kenaikan permukaan air laut (rising sea level) 0,8–1,2 cm per tahun. Kondisi paling ekstrem saat ini terpantau di wilayah Jakarta dan Semarang.
Tanpa intervensi segera, proyeksi tahun 2050 menunjukkan risiko kerusakan properti yang masif dan risiko bencana fatal. Selain itu, krisis air bersih juga akan membayangi wilayah Pantura Jawa sehingga menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa yang perlu disikapi sejak dini.
Tak hanya dari sisi lingkungan, pemerintah juga menyoroti potensi kerugian ekonomi yang sangat besar. AHY menyebut gangguan terhadap kawasan Pantura akan berdampak pada perekonomian nasional. Adapun kontribusi kawasan Pantura terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 27,53% atau setara US$ 368,37 miliar, sekitar Rp 6.396 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.365 per dolar AS.
“Kita harus menangani kondisi Pantura Jawa ini dengan baik dan serius. Jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk,” pungkas AHY.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa proyek saat ini sedang dalam pematangan tahap perencanaan. Pemerintah menargetkan persiapan administrasi dan teknis dapat berjalan beriringan dengan konstruksi fisik nantinya.
Hingga saat ini, progres perencanaan di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak telah mencapai 80% dan disiapkan sebagai prioritas awal pembangunan. Sementara itu, mitigasi untuk wilayah Pekalongan masih terus digodok.
“Jadi dimasukkan sekarang kan sudah kita hitung besarannya untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80% itu perencanaan detailnya. Nah yang Pekalongan kita sedang melaksanakan mitigasi,” ujar Didit yang juga menjabat Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Didit menambahkan, perencana proyek Giant Sea Wall saat ini juga mencakup waktu groundbreaking, meskipun prakiraan waktu yang dimaksud belum dapat dipastikan. Secara menyeluruh, proyek strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan jutaan penduduk di pesisir Jawa, tetapi juga mengamankan pusat-pusat pertumbuhan industri nasional agar tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





