Minggu, 21 Juni 2026

Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km

Penulis : Akmalal Hamdhi
4 Mei 2026 | 17:51 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mulai tancap gas merealisasikan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek lintas provinsi yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur ini dirancang menjadi benteng utama dalam menghadapi kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah, dan risiko ekonomi akibat keduanya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan urgensi proyek ini dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini bertujuan mengorkestrasi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak langsung.

“Tadi merupakan sebuah kick-off meeting untuk mengorkestrasi berbagai kementerian dan lembaga termasuk pusat dan daerah, dan pada akhirnya nanti berbagai komunitas yang secara langsung dan tidak langsung akan terdampak,” ujar AHY.

ADVERTISEMENT

AHY menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall ini mendesak akibat adanya tekanan ganda (twin pressure), yakni penurunan muka tanah (land subsidence) sebesar 1–20 cm per tahun dan kenaikan permukaan air laut (rising sea level) 0,8–1,2 cm per tahun. Kondisi paling ekstrem saat ini terpantau di wilayah Jakarta dan Semarang.

Tanpa intervensi segera, proyeksi tahun 2050 menunjukkan risiko kerusakan properti yang masif dan risiko bencana fatal. Selain itu, krisis air bersih juga akan membayangi wilayah Pantura Jawa sehingga menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa yang perlu disikapi sejak dini.

Tak hanya dari sisi lingkungan, pemerintah juga menyoroti potensi kerugian ekonomi yang sangat besar. AHY menyebut gangguan terhadap kawasan Pantura akan berdampak pada perekonomian nasional. Adapun kontribusi kawasan Pantura terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 27,53% atau setara US$ 368,37 miliar, sekitar Rp 6.396 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.365 per dolar AS.

“Kita harus menangani kondisi Pantura Jawa ini dengan baik dan serius. Jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk,” pungkas AHY.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa proyek saat ini sedang dalam pematangan tahap perencanaan. Pemerintah menargetkan persiapan administrasi dan teknis dapat berjalan beriringan dengan konstruksi fisik nantinya.

Hingga saat ini, progres perencanaan di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak telah mencapai 80% dan disiapkan sebagai prioritas awal pembangunan. Sementara itu, mitigasi untuk wilayah Pekalongan masih terus digodok.

“Jadi dimasukkan sekarang kan sudah kita hitung besarannya untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80% itu perencanaan detailnya. Nah yang Pekalongan kita sedang melaksanakan mitigasi,” ujar Didit yang juga menjabat Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Didit menambahkan, perencana proyek Giant Sea Wall saat ini juga mencakup waktu groundbreaking, meskipun prakiraan waktu yang dimaksud belum dapat dipastikan. Secara menyeluruh, proyek strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan jutaan penduduk di pesisir Jawa, tetapi juga mengamankan pusat-pusat pertumbuhan industri nasional agar tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 52 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia