Minggu, 21 Juni 2026

AHY Ingatkan Potensi Kerugian Rp 6.396 Triliun Tanpa Giant Sea Wall

Penulis : Akmalal Hamdhi
4 Mei 2026 | 15:25 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperingatkan potensi kerugian ekonomi jika pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa tidak segera direalisasikan.

Menurut AHY, kawasan Pantura Jawa memiliki nilai yang sangat strategis bagi pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut kontribusi kawasan tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 27,53% atau setara US$ 368,37 miliar, sekitar Rp 6.396 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.365 per dolar AS.

“Bukan hanya untuk Jawa, bukan hanya untuk Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, tapi kontribusinya terhadap PDB secara nasional ini juga signifikan,” kata AHY di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

AHY memaparkan bahwa Pantura merupakan episentrum ekonomi yang menaungi 70 kawasan industri, lima pusat pertumbuhan industri, serta lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tanpa perlindungan infrastruktur yang memadai, disrupsi ekonomi dan ancaman korban jiwa menjadi risiko nyata yang menghantui kawasan tersebut.

“Kita harus benar-benar melindungi agar jangan sampai terjadi disrupsi terhadap ekonomi dan yang lebih buruk adalah terjadinya korban jiwa, jika tidak ada langkah-langkah yang kita lakukan hari ini,” tegasnya.

Urgensi pembangunan Giant Sea Wall dipicu oleh tekanan ganda yang merusak kondisi geografis Pantura. Pertama, penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun, terutama di Jakarta dan Semarang. Kedua, kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global setinggi 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun, yang memperbesar ancaman banjir rob dan berpotensi merusak permukiman warga serta infrastruktur penting.

AHY Ingatkan Potensi Kerugian Rp 6.396 Triliun Tanpa Giant Sea Wall
Proyek Giant Sea Wall. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Ini tekanan ganda. Terjadi kenaikan permukaan air laut yang terus mengintai banjir rob, menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga, dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih buruk dan fatal,” ujarnya.

AHY memproyeksi hingga tahun 2050 kondisi genangan air laut akan semakin parah jika pemerintah tidak melakukan intervensi konkret hari ini. Selain aspek ekonomi, terdapat dimensi kemanusiaan yang besar karena kawasan Pantura dihuni oleh sekitar 55 juta penduduk di 20 kabupaten dan 5 kota. Sekitar 26% di antaranya tinggal tepat di garis pantai yang sangat rentan.

“Oleh karena itu, ini adalah urgensi yang kita harapkan dapat mendorong dan menggerakkan kita semua,” pungkas AHY.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia