Minggu, 21 Juni 2026

Top Berita Ekonomi Hari Ini, Senin 4 Mei 2026

Penulis : Prisma Ardianto
4 Mei 2026 | 19:09 WIB
BAGIKAN
Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Internasional, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Internasional, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Senin (4/5/2026), mulai dari tren inflasi, neraca perdagangan, hingga target implementasi insentif EV.

Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:

1. Inflasi Melandai ke 0,13% pada April 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan mencapai 0,13% pada April 2026. Angka ini lebih rendah dari inflasi yang tercatat pada Maret 2026 sebesar 0,41%. Inflasi pada April 2026 dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara dan bensin.

ADVERTISEMENT

Tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) pada April 2026 sebesar 1,06%. Sedangkan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 2,42%.

Secara spasial, tercatat 30 provinsi mengalami inflasi dan 8 provinsi mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat (2%) dan deflasi terdalam terjadi di Maluku (0,17%).

Baca selengkapnya

2. Surplus Neraca Perdagangan Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026. Angka ini lebih tinggi dari surplus bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1,27 miliar. Adapun nilai ekspor mencapai US$ 22,53 miliar dan impor mencapai US$ 19,21 miliar pada  Maret 2026.

Neraca perdagangan kumulatif dari Januari sampai Maret 2026 mengalami surplus sebesar US$ 5,55 miliar. Surplus sepanjang Januari sampai Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 10,63 miliar sementara komoditas migas mengalami defisit sebesar US$ 5,68 miliar.

Baca selengkapnya

3. Purbaya Gandeng BPKP untuk Audit Skandal Pembengkakan Restitusi Pajak

Menkeu Purbaya mengakui adanya kesalahan estimasi dalam memproyeksikan total restitusi pada tahun anggaran sebelumnya. Berdasarkan laporan staf saat rapat internal, potensi restitusi disebut relatif kecil, namun realisasi di akhir tahun justru melonjak hingga berkali-kali lipat dari perkiraan tersebut.

Lonjakan angka restitusi bahkan masih berlanjut di awal tahun ini. Guna memastikan tidak adanya penyimpangan sistemik, Kementerian Keuangan telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan restitusi periode 2016–2025, era Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Audit ini diharapkan mampu memetakan celah kebocoran, termasuk pada sektor-sektor tertentu yang mencatatkan angka restitusi janggal.

Baca selengkapnya

4. Insentif Kendaraan Listrik Dijanjikan Sudah Bergulir dalam 2 Minggu ke Depan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk memperluas pemberian insentif bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baik roda dua maupun roda empat. Kebijakan ini sedang digodok bersama Kementerian Perindustrian guna mendorong akselerasi ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Menkeu Purbaya menyatakan akan segera bertemu dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk menyinkronisasi regulasi terkait skema insentif tersebut.

“Targetnya, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (4/5/2026).

Baca selengkapnya

5. Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km

Pemerintah mulai tancap gas merealisasikan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek lintas provinsi yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur ini dirancang menjadi benteng utama dalam menghadapi kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah, dan risiko ekonomi akibat keduanya.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa proyek saat ini sedang dalam pematangan tahap perencanaan. Pemerintah menargetkan persiapan administrasi dan teknis dapat berjalan beriringan dengan konstruksi fisik nantinya.

Hingga saat ini, progres perencanaan di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak telah mencapai 80% dan disiapkan sebagai prioritas awal pembangunan. Sementara itu, mitigasi untuk wilayah Pekalongan masih terus digodok.

Baca selengkapnya

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia