Top Berita Ekonomi Hari Ini, Senin 4 Mei 2026
JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Senin (4/5/2026), mulai dari tren inflasi, neraca perdagangan, hingga target implementasi insentif EV.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. Inflasi Melandai ke 0,13% pada April 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan mencapai 0,13% pada April 2026. Angka ini lebih rendah dari inflasi yang tercatat pada Maret 2026 sebesar 0,41%. Inflasi pada April 2026 dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara dan bensin.
Tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) pada April 2026 sebesar 1,06%. Sedangkan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 2,42%.
Secara spasial, tercatat 30 provinsi mengalami inflasi dan 8 provinsi mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat (2%) dan deflasi terdalam terjadi di Maluku (0,17%).
2. Surplus Neraca Perdagangan Maret 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026. Angka ini lebih tinggi dari surplus bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1,27 miliar. Adapun nilai ekspor mencapai US$ 22,53 miliar dan impor mencapai US$ 19,21 miliar pada Maret 2026.
Neraca perdagangan kumulatif dari Januari sampai Maret 2026 mengalami surplus sebesar US$ 5,55 miliar. Surplus sepanjang Januari sampai Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 10,63 miliar sementara komoditas migas mengalami defisit sebesar US$ 5,68 miliar.
3. Purbaya Gandeng BPKP untuk Audit Skandal Pembengkakan Restitusi Pajak
Menkeu Purbaya mengakui adanya kesalahan estimasi dalam memproyeksikan total restitusi pada tahun anggaran sebelumnya. Berdasarkan laporan staf saat rapat internal, potensi restitusi disebut relatif kecil, namun realisasi di akhir tahun justru melonjak hingga berkali-kali lipat dari perkiraan tersebut.
Lonjakan angka restitusi bahkan masih berlanjut di awal tahun ini. Guna memastikan tidak adanya penyimpangan sistemik, Kementerian Keuangan telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan restitusi periode 2016–2025, era Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Audit ini diharapkan mampu memetakan celah kebocoran, termasuk pada sektor-sektor tertentu yang mencatatkan angka restitusi janggal.
4. Insentif Kendaraan Listrik Dijanjikan Sudah Bergulir dalam 2 Minggu ke Depan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk memperluas pemberian insentif bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baik roda dua maupun roda empat. Kebijakan ini sedang digodok bersama Kementerian Perindustrian guna mendorong akselerasi ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air.
Menkeu Purbaya menyatakan akan segera bertemu dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk menyinkronisasi regulasi terkait skema insentif tersebut.
“Targetnya, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (4/5/2026).
5. Proyek Giant Sea Wall akan Membentang Sepanjang 575 Km
Pemerintah mulai tancap gas merealisasikan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek lintas provinsi yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur ini dirancang menjadi benteng utama dalam menghadapi kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah, dan risiko ekonomi akibat keduanya.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa proyek saat ini sedang dalam pematangan tahap perencanaan. Pemerintah menargetkan persiapan administrasi dan teknis dapat berjalan beriringan dengan konstruksi fisik nantinya.
Hingga saat ini, progres perencanaan di wilayah Kendal, Semarang, dan Demak telah mencapai 80% dan disiapkan sebagai prioritas awal pembangunan. Sementara itu, mitigasi untuk wilayah Pekalongan masih terus digodok.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






