Jumat, 15 Mei 2026

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Penulis : Bambang Ismoyo
15 Mei 2026 | 07:10 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. (B-Universe/Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. (B-Universe/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) angkat suara perihal keluhan melalui surat dari pelaku usaha China melalui China Chamber terkait berbagai tantangan investasi di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu menilai surat tersebut merupakan bentuk masukan yang wajar dari investor terhadap kondisi iklim usaha di dalam negeri.

Menurut Wamen Todotua, surat tersebut lahir dari keresahan para pelaku investasi China yang tergabung dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Negeri Tirai Bambu, alias China Chamber. Namun demikian, pemerintah tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang negatif.

ADVERTISEMENT

“Surat itu adalah surat kerisauan yang ada pada pelaku investasi China yang terkorelasi dengan China Chambers. Itu hal yang wajar-wajar saja,” ungkap Todotua di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, dikutip pada Jumat (15/5/2026).

Todotua melanjutkan, investor hanya menyampaikan sejumlah catatan terkait tantangan yang mereka hadapi saat berinvestasi di Indonesia. Pemerintah pun menganggap masukan tersebut sebagai bagian positif dalam upaya memperbaiki iklim investasi nasional.

Di tengah keluhan yang muncul, Todotua menegaskan tugas utama pemerintah adalah menjaga agar iklim investasi tetap kondusif dan kompetitif. Indonesia dinilai masih memiliki daya tarik besar bagi investor global, mulai dari kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, hingga posisi geografis yang strategis.

Wamen Investasi juga menaruh harapan besar agar Indonesia dapat menjadi destinasi utama pertumbuhan investasi, khususnya di era pemerintahan saat ini yang fokus pada program hilirisasi industri.

Melalui program tersebut, Todotua mendorong agar berbagai komoditas nasional seperti batu bara, minyak dan gas, hingga sektor agrikultur dapat diolah di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

“Tugas kita paling pertama menciptakan iklim investasi yang kondusif dan baik,” pungkasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia