Minggu, 21 Juni 2026

Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Citra Ekonomi RI

Penulis : Indah Handayani
18 Jun 2026 | 18:42 WIB
BAGIKAN
Logo Pertamina
Logo Pertamina

JAKARTA, investor.id – Masuknya PT Pertamina (Persero) ke dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 dinilai menjadi sentimen positif bagi penguatan citra ekonomi Indonesia di mata internasional. Capaian tersebut sekaligus mencerminkan skala bisnis perusahaan nasional yang mampu bersaing di tingkat regional.

Pengamat branding Yuswohady menilai, keberhasilan Pertamina masuk dalam daftar tersebut tidak hanya berdampak pada reputasi perusahaan, tetapi juga membawa pengaruh terhadap persepsi kekuatan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

“Bagi Pertamina ini bagus dari sisi image perusahaan. Tetapi yang lebih penting bagi Indonesia ini membanggakan karena mencerminkan kekuatan ekonomi nasional di mata dunia,” kata Yuswohady dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keberadaan perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 menunjukkan kapasitas bisnis nasional yang semakin kompetitif, terutama karena pemeringkatan tersebut berbasis pada pendapatan atau revenue perusahaan.

“Masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan tolok ukur prestisius yang menunjukkan besarnya skala bisnis perusahaan berdasarkan pendapatan, sehingga mencerminkan dampak ekonomi terhadap tenaga kerja, industri, dan pembangunan nasional,” ujarnya.

Yuswohady menambahkan, semakin banyak perusahaan suatu negara yang masuk dalam daftar tersebut, maka semakin kuat pula persepsi global terhadap kekuatan ekonominya. Ia menyebut hal itu menjadi salah satu indikator penting dalam menilai daya saing sebuah negara.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa mempertahankan dan meningkatkan posisi dalam daftar tersebut bukan hal mudah karena ketatnya persaingan. Oleh karena itu, fokus utama perusahaan seharusnya tidak hanya pada peringkat, melainkan pada kualitas transformasi bisnis.

“Lebih penting adalah bagaimana terus memperbaiki aspek kualitatif, seperti tata kelola, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.

Perkuat Narasi Kontribusi

Yuswohady juga menilai Pertamina perlu memanfaatkan eksposur global tersebut untuk memperkuat narasi kontribusi terhadap pembangunan nasional, baik di dalam maupun luar negeri.

Terkait arah bisnis, Yuswohady menyebut Pertamina tetap perlu berfokus pada sektor energi dengan penguatan diversifikasi yang masih sejalan dengan bisnis inti, termasuk potensi pengembangan industri petrokimia yang dinilai lebih cepat memberikan nilai ekonomi.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung Saudi Aramco sebagai contoh perusahaan energi global yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga berhasil membangun narasi transformasi yang selaras dengan visi negara.

“Aramco berhasil menciptakan citra global yang kuat karena transformasinya mendukung visi Saudi Arabia 2030. Pertamina perlu belajar bagaimana perusahaan energi besar tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan nation branding,” ujarnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 1 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia