KEK Gresik hingga Galang Batang Siap Ekspansi, Bidik Investasi Rp 557 Triliun
JAKARTA, investor.id - Pemerintah berencana untuk menjalankan perluasan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar dapat mengakomodasi tingginya minat investor yang masuk. Tiga KEK yang akan diperluas adalah Gresik, Kendal, Galang Batang.
“Kami hitung, potensi investasi asing yang mau masuk di tiga KEK ini mencapai Rp 557 triliun, tetapi ini ultimate (final) ya, tidak dalam waktu segera,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (19/6/2026).
Bila dirinci, untuk KEK Gresik direncanakan akan memperluas kawasan hingga 1.200 hektar. Sebelumnya KEK Gresik yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur ini sudah memiliki luas kawasan 2.167 hektar.
Sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, KEK Gresik berkembang pesat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Hingga triwulan I-2026, kawasan ini mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp 113,4 triliun, dengan investasi pasca penetapan KEK mencapai Rp 108,2 triliun atau melonjak lebih dari 1900% dibandingkan sebelum penetapan. Dari sisi ketenagakerjaan, KEK Gresik telah menyerap 45.860 tenaga kerja, dengan lebih dari 44 Ribu lapangan kerja tercipta setelah status KEK diberikan.
“KEK Gresik mengajukan perluasan kira-kira 1.200 hektar karena sudah banyak investor yang mengantri,” terang Susiwijono.
Sementara itu, KEK Kendal akan diperluas hingga 1.000 hektar lagi. Sebelumnya KEK Kendal sudah memiliki luas kawasan 1.000 hektar. Keunggulan geostrategis wilayah yang dimiliki Kendal yaitu sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi (high tech products/HTP), dan pada aplikasi khusus yang mendukung industri 4.0 serta logistik yang berbasis Industri 4.0.
KEK Galang Batang akan diperluas sebanyak 2.600 hektar. Sebelumnya, KEK Galang Batang yang berada di Pulau Bintan Kepulauan Riau ini sudah memiliki luas 2.333,6 hektar. Lokasi KEK Galang Batang mempunyai akses langsung dengan Selat Malaka dan Laut China Selatan.
“Untuk KEK Galang Batang yang untuk Alumina itu. Ada tambahan sekian banyak industri petrochemical dan yang lainnya mengantri sehingga minta tambahan 2.600-an hektar,” kata Susiwijono.
Menurut Susiwijono hal ini sekaligus menepis pandangan tentang rendahnya minat investasi di Indonesia. Mengingat ada tiga KEK Manufaktur yang mengajukan perluasan kawasan karena tingginya minat investasi dari investor.
“Faktanya, tiga KEK terbesar manufaktur mengajukan perluasan lahan rata-rata dua kali lipatnya lagi. Karena sudah ngantri sekian banyak investor asing yang mau investasi,” tutur Susiwijono.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






