Program Klaster CNG di Sleman Berjalan Aman dan Efisien bagi Warga
SLEMAN, investor.id – Implementasi penggunaan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi dengan sistem cluster jaringan gas rumah tangga dinilai berhasil dan berpotensi diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu percontohan jaringan gas alam rumah tangga itu berada di wiayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penggunaan CNG dengan tekanan 200 bar untuk kebutuhan rumah tangga disebut aman, karena telah dilengkapi sistem pressure regulating station (PRS). Sistem pada jaringan yang digunakan oleh warga Sleman ini dioperasikan PT PGN.
Melalui sistem ini, tekanan gas diturunkan dari 200 bar menjadi sekitar 0,5 hingga 1 bar sebelum dialirkan ke rumah warga. Dengan tekanan tersebut, gas dapat digunakan secara aman untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas rumah tangga berbasis CNG mencapai 160.000 sambungan rumah pada 2026.
“Untuk tahun 2026 ini kita ada target 160.000 sambungan rumah tangga di berbagai kota. Proses percepatan lelang akan dilakukan, dan tahun berikutnya pemerintah menyiapkan target lebih besar hingga satu juta sambungan rumah,” ujar Yuliot, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, program tersebut akan dilakukan bertahap di berbagai wilayah seperti Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan dengan mempertimbangkan kedekatan sumber gas di masing-masing daerah. Pemerintah menargetkan program jaringan gas rumah tangga ini dapat diperluas secara signifikan hingga 2028 agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses energi bersih.
Selain aspek keamanan, penggunaan CNG melalui jaringan gas rumah tangga juga dinilai lebih efisien dan praktis dibandingkan penggunaan tabung LPG. Pasokan gas yang langsung tersambung ke rumah membuat warga tidak perlu khawatir kehabisan stok.
Bambang Prakoso, warga pengguna jaringan gas di Karangasem Santren, Depok, Sleman, mengatakan ia telah menggunakan layanan tersebut sejak November 2024.
“Kalau dari sisi kemudahan sangat membantu. Selama menggunakan sejak 2024 sampai sekarang juga tidak ada kendala keamanan di lingkungan kami,” kata Bambang.
Ia berharap tarif penggunaan gas jaringan tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Program CNG cluster ini diharapkan dapat mendukung transisi energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap LPG subsidi, serta menekan beban impor energi.
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






