Sabtu, 4 April 2026

Status Dolar AS Sebagai Safe Haven Mulai Tergerus

Penulis : Natasha Khairunisa
24 Feb 2026 | 10:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
sumber; Antara
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sumber; Antara

JAKARTA, investor.id - Perusahaan keuangan, ING mengungkapkan bahwa dolar AS telah kehilangan sebagian nilai sebagai safe haven sejak tahun 2024.

Dikutip dari US News, Selasa (24/2/2026) ING memaparkan dalam sebuah catatan bahwa indeks dolar AS telah kehilangan hampir 10% nilainya tahun lalu, menandai kinerja tahunan terburuknya sejak 2017.

Kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu, ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu, dan serangan terhadap Federal Reserve telah membebani mata uang tersebut, menurut ING.

Advertisement

Meski demikian, ING belum melihat adanya penurunan luas dalam permintaan global terhadap mata uang AS tersebut. Tercatat, innvestor swasta yang memegang lebih dari 80% kepemilikan asing atas aset dolar AS, tetap berinvestasi pada mata uang tersebut.

"Pelemahan dolar pada tahap ini, tampaknya lebih bersifat siklikal daripada struktural," kata ING.

Selain itu, ING juga menyebut belum ada tanda-tanda percepatan de-dolarisasi, jika mengamati penggunaan dolar dalam aset global, kewajiban, perputaran pasar, dan transaksi.

Namun, ING mengingatkan, jika bank sentral AS terlihat memangkas suku bunga secara tidak tepat, penarikan dana besar-besaran terhadap dolar dapat terjadi.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 97,78. Sementara itu, nilai tukar rupiah hari ini terpukul 33 poin (0,2%) ke level Rp 16.835 per dolar AS.

Sedangkan pada perdagangan Senin (23/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 86 poin di level Rp 16.802.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 7 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 49 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 59 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia