Sabtu, 4 April 2026

Nasib Harga Emas Seiring Tensi AS-Iran

Penulis : Natasha Khairunisa
24 Feb 2026 | 11:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Ilustrasi emas batangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, investor.id - Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mendorong harga emas menembus US$ 5.200 per troy ons.

Harga emas spot naik 2,44% ke level US$ 5.228,74 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari 2026.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (24/2/2026) pendiri dan CEO Bawden Capital, Jen Bawden memprediksi harga emas berpeluang mengalami koreksi jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda.

Meskipun ketegangan meningkat, para negosiator dari AS dan Iran dilaporkan akan bertemu pada hari Kamis di Jenewa untuk berupaya menemukan solusi yang akan menghindari konflik militer.

“Jika kita melihat kesepakatan di Jenewa atau terobosan di Timur Tengah, 'perdagangan aset safe haven' akan berakhir dengan kekuatan badai,” kata Bawden.

"Begitu kekhawatiran akan perang hilang dan premi risiko politik telah menekan harga perak dan emas, pasar akan tersadar akan realitas fisik yang dingin dan keras," bebernya.

Namun, jika terjadi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, Bawden memperkirakan harga emas akan mencapai level US$ 5.500 per troy ons dan harga perak kembali ke level tertinggi bulan lalu sekitar US$ 120 per troy ons.

Adapun analis di UBS memperkirakan harga emas akan terus menguat hingga mencapai level US$ 6.200 per troy ons pada pertengahan 2026.

"Meskipun respons emas terhadap peningkatan ketegangan geopolitik terbaru relatif tenang, kami pikir harga emas dapat naik lebih jauh,” ungkap para analis di UBS.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 8 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 49 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 59 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia