Nasib Harga Emas Seiring Tensi AS-Iran
JAKARTA, investor.id - Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mendorong harga emas menembus US$ 5.200 per troy ons.
Harga emas spot naik 2,44% ke level US$ 5.228,74 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari 2026.
Dikutip dari Kitco News, Selasa (24/2/2026) pendiri dan CEO Bawden Capital, Jen Bawden memprediksi harga emas berpeluang mengalami koreksi jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda.
Meskipun ketegangan meningkat, para negosiator dari AS dan Iran dilaporkan akan bertemu pada hari Kamis di Jenewa untuk berupaya menemukan solusi yang akan menghindari konflik militer.
“Jika kita melihat kesepakatan di Jenewa atau terobosan di Timur Tengah, 'perdagangan aset safe haven' akan berakhir dengan kekuatan badai,” kata Bawden.
"Begitu kekhawatiran akan perang hilang dan premi risiko politik telah menekan harga perak dan emas, pasar akan tersadar akan realitas fisik yang dingin dan keras," bebernya.
Namun, jika terjadi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, Bawden memperkirakan harga emas akan mencapai level US$ 5.500 per troy ons dan harga perak kembali ke level tertinggi bulan lalu sekitar US$ 120 per troy ons.
Adapun analis di UBS memperkirakan harga emas akan terus menguat hingga mencapai level US$ 6.200 per troy ons pada pertengahan 2026.
"Meskipun respons emas terhadap peningkatan ketegangan geopolitik terbaru relatif tenang, kami pikir harga emas dapat naik lebih jauh,” ungkap para analis di UBS.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






