Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Berbalik Arah, Diserang Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Penulis : Indah Handayani
6 Mar 2026 | 03:55 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas
ilustrasi emas

NEW YORK, investor.idHarga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Logam mulia tersebut kehilangan penguatan di awal perdagangan setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar AS menekan minat investor terhadap emas.

Harga emas spot anjlok 1,22% ke level US$ 5.076,59 per ons troi. Padahal sebelumnya emas sempat melonjak hingga US$ 5.194,59 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup turun 0,86% ke level US$ 5.090,81 per ons troi.

Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar saat ini mulai memperhitungkan potensi kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi lebih tinggi. “Pasar melihat harga minyak yang lebih tinggi dan potensi inflasi. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi biasanya tidak menguntungkan bagi emas,” ujar Melek dikutip dari Reuters.

Advertisement

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar. Kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam pada Kamis. Warga melaporkan intensitas serangan yang semakin berat, sementara Teheran berjanji melakukan pembalasan setelah serangan AS terhadap sebuah kapal di luar zona konflik utama.

Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar risiko inflasi. Kondisi ini juga dinilai dapat mengurangi peluang bank sentral AS menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Secara historis, emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Namun, kinerjanya biasanya lebih baik ketika suku bunga berada pada tren penurunan.

Sepanjang tahun ini, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu. Bahkan pada awal pekan ini, emas sempat menembus US$ 5.400 setelah serangan udara AS–Israel memicu lonjakan permintaan aset safe haven.

Namun penguatan tersebut kemudian mereda seiring menguatnya dolar AS yang juga menjadi tujuan investor mencari aset aman.

Dolar AS Menguat

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 1 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 1 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 2 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 2 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 3 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia