Harga Emas Berbalik Arah, Diserang Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Logam mulia tersebut kehilangan penguatan di awal perdagangan setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar AS menekan minat investor terhadap emas.
Harga emas spot anjlok 1,22% ke level US$ 5.076,59 per ons troi. Padahal sebelumnya emas sempat melonjak hingga US$ 5.194,59 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup turun 0,86% ke level US$ 5.090,81 per ons troi.
Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar saat ini mulai memperhitungkan potensi kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi lebih tinggi. “Pasar melihat harga minyak yang lebih tinggi dan potensi inflasi. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi biasanya tidak menguntungkan bagi emas,” ujar Melek dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar. Kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam pada Kamis. Warga melaporkan intensitas serangan yang semakin berat, sementara Teheran berjanji melakukan pembalasan setelah serangan AS terhadap sebuah kapal di luar zona konflik utama.
Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar risiko inflasi. Kondisi ini juga dinilai dapat mengurangi peluang bank sentral AS menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Secara historis, emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Namun, kinerjanya biasanya lebih baik ketika suku bunga berada pada tren penurunan.
Sepanjang tahun ini, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu. Bahkan pada awal pekan ini, emas sempat menembus US$ 5.400 setelah serangan udara AS–Israel memicu lonjakan permintaan aset safe haven.
Namun penguatan tersebut kemudian mereda seiring menguatnya dolar AS yang juga menjadi tujuan investor mencari aset aman.
Dolar AS Menguat
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global
Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur
Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Tag Terpopuler
Terpopuler





