Harga Emas Berbalik Arah, Diserang Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS
Indeks dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tiga pekan, sehingga meningkatkan opportunity cost bagi investor yang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, Melek menilai fundamental emas masih cukup kuat dalam jangka menengah. Hal itu didorong oleh potensi pelebaran defisit anggaran AS serta tingginya ketidakpastian ekonomi global. “Pada titik tertentu kita akan melihat bukti defisit AS yang jauh lebih besar, ditambah ketidakpastian yang masih sangat tinggi,” katanya.
Dari sisi data ekonomi, klaim pengangguran awal di AS pada pekan lalu tercatat tidak berubah. Sementara jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Februari dilaporkan turun tajam.
Bank sentral AS, The Fed, juga menyatakan aktivitas ekonomi meningkat tipis dalam beberapa pekan terakhir, dengan harga yang terus naik dan tingkat ketenagakerjaan relatif stabil.
Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 18 Maret mendatang. Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Februari yang akan dirilis Jumat untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya.
Adapun logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Harga perak spot turun 1,95% menjadi US$ 81,92 per ons, platinum melemah 1,81% ke US$ 2.121,41, dan paladium merosot 2,4% ke level US$ 1.633,69 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






