Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Berbalik Arah, Diserang Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Penulis : Indah Handayani
6 Mar 2026 | 03:55 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas
ilustrasi emas

NEW YORK, investor.idHarga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Logam mulia tersebut kehilangan penguatan di awal perdagangan setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar AS menekan minat investor terhadap emas.

Harga emas spot anjlok 1,22% ke level US$ 5.076,59 per ons troi. Padahal sebelumnya emas sempat melonjak hingga US$ 5.194,59 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup turun 0,86% ke level US$ 5.090,81 per ons troi.

Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar saat ini mulai memperhitungkan potensi kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi lebih tinggi. “Pasar melihat harga minyak yang lebih tinggi dan potensi inflasi. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi biasanya tidak menguntungkan bagi emas,” ujar Melek dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar. Kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam pada Kamis. Warga melaporkan intensitas serangan yang semakin berat, sementara Teheran berjanji melakukan pembalasan setelah serangan AS terhadap sebuah kapal di luar zona konflik utama.

Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar risiko inflasi. Kondisi ini juga dinilai dapat mengurangi peluang bank sentral AS menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Secara historis, emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Namun, kinerjanya biasanya lebih baik ketika suku bunga berada pada tren penurunan.

Sepanjang tahun ini, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu. Bahkan pada awal pekan ini, emas sempat menembus US$ 5.400 setelah serangan udara AS–Israel memicu lonjakan permintaan aset safe haven.

Namun penguatan tersebut kemudian mereda seiring menguatnya dolar AS yang juga menjadi tujuan investor mencari aset aman.

Dolar AS Menguat

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia