Jumat, 15 Mei 2026

Semester I, Bank Panin Cetak Laba Rp 1,60 Triliun

Penulis : Thomas E Harefa
27 Jul 2022 | 21:09 WIB
BAGIKAN
Nasabah melakukan transaksi di Bank Panin di Jakarta, belum lama ini. Foto iIustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah melakukan transaksi di Bank Panin di Jakarta, belum lama ini. Foto iIustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – PT Bank Panin (Panin Bank) pada semester I-2022 mencatat laba bersih sebesar Rp 1,60 triliun, meningkat 10,45% dibanding periode yang sama tahun 2021.

Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo menjelaskan, peningkatan laba tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 5,04 triliun atau naik 3,85%, sejalan dengan penurunan beban bunga sebesar 31,33% menjadi Rp 1,84 triliun dari Rp 2,68 triliun pada tahun lalu. “Beban opersional lain juga mengalami penurunan sebesar 10,14% menjadi Rp 4,14 triliun.

“Total kredit yang diberikan sebesar Rp 131,51 triliun atau naik 5,34% dari posisi Desember 2021 sebesar Rp 124,84 triliun. Peningkatan kredit tersebut terutama pada segmen Retail, sejalan dengan meningkatnya permintaan kredit KPR. Panin Bank berhasil meningkatkan penjualan KPR melalui program kerja sama dengan beberapa developer utama, serta menawarkan paket suku bunga rendah dan suku bunga tetap hingga 20 tahun, yang sangat menguntungkan bagi nasabah,” jelas Herwidayatmo dalam siaran pers, Rabu (27/7/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dana pihak ketiga Panin Bank tidak banyak berubah sebesar Rp 136,68 triliun, namun terjadi peningkatan pada giro dan tabungan menjadi sebesar Rp 63,71 triliun dari Rp 60,49 triliun pada tahun lalu, sehingga rasio CASA (dana murah) terus meningkat dan kini mencapai 46,61%.

“Pertumbuhan CASA ini merupakan bukti dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah, secara mudah, aman, dan menguntungkan. Panin Bank terus mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience, untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Kami berharap nasabah bisa melakukan beragam aktivitas perbankan, termasuk untuk tabungan, transaksi, investasi, dan pinjaman,” ujar Herwidayatmo. Dia menambahkan, jumlah ekuitas terus ditingkatkan dan telah mencapai Rp 45,67 triliun dengan CAR sebesar 27,60%.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia