Jumat, 15 Mei 2026

BRI (BBRI) Kucurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp 694,9 T

Penulis : Nida Sahara
15 Feb 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Nasabah BRI melakukan transaksi perbankan di BRI e-Banking Lounge, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Nasabah BRI melakukan transaksi perbankan di BRI e-Banking Lounge, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI/BRI) telah mengucurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 694,9 triliun, tumbuh 13,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun 2022. Penyaluran pembiayaan hijau tersebut merupakan mayoritas atau setara 67,5% dari total portofolio kredit yang disalurkan perseroan.

Komposisi pembiayaan berkelanjutan BRI terus menunjukkan peningkatan, di mana pada 2021 pembiayaan hijau sebesar 65,1% terhadap total kredit perseroan dengan nilai Rp 614,2 triliun. Sedangkan, pada 2020 penyaluran pada portofolio hijau sebesar Rp 550,4 triliun, dengan porsi 62,5%. Hal ini menunjukkan bahwa BRI senantiasa komitmen untuk menyalurkan kredit dan pembiayaan pada sektor yang berkelanjutan.

Untuk segmen sosial, BRI gencar menyalurkan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp 616,1 triliun pada 2022. Nilai tersebut setara 59,8% dari total penyaluran kredit BRI, untuk segmen sosial ini didukung dari PNM Mekaar, di mana total outstanding pinjaman yang diberikan Rp 35,8 triliun kepada 13,9 juta peminjam wanita. “Secara konsisten kami mendorong pertumbuhan kepada sektor UMKM,” ujar Direktur Utama BRI (BBRI) Sunarso, dikutip Selasa (14/2/2023).

ADVERTISEMENT

Sementara, untuk segmen lingkungan, BRI telah menyalurkan pembiayaan hijau sebesar Rp 78,8 triliun sepanjang 2022. Porsi pembiayaan hijau di BRI ini telah mencapai 7,7% dari total penyaluran kredit BRI pada 2022. Secara rinci, BRI memberikan pembiayaan untuk proyek energi terbarukan sebesar Rp 7,1 triliun pada 2022, kemudian untuk sektor transportasi Rp 12,1 triliun, green building Rp 1,4 triliun, serta sektor ramah lingkungan lainnya mencapai Rp 58,2 triliun.

Selain itu, sebagai upaya mendorong prinsip ESG, BRI pada 2022 menerbitkan green bond senilai Rp 5 triliun yang merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB). Total target dana yang akan dihimpun dari penerbitan green bond BRI itu sebesar Rp 15 triliun dan dilakukan bertahap selama tiga tahun, yakni 2022-2024.

BRI juga memiliki journey dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan yang dimulai pada 2013 dengan merilis Sustainability Report yang pertama. Hingga pada 2022, perseroan telah menetapkan peta jalan ESG, menerbitkan green bond Rp 5 triliun, melakukan penandatanganan Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF). Berikutnya, mendirikan green office building BRILLIANTower, membuat program BRI Menanam, serta memiliki kebijakan pulp & paper loan.

Selain itu, BRI juga sudah membentuk divisi khusus ESG untuk menyusun perencanaan strategis tentang ESG serta menyusun perencanaan operasional untuk ESG. "Dan jangan lupa karena ini heavy di reporting dan lain-lain maka kita juga harus menyusun prosedur monitoring pengukuran dan reporting implementasi ESG," jelas Sunarso.

BRI Menanam menjadi proyek yang ambisius karena setiap nasabah yang akad kredit KUR, selain dia berjanji melunasi kredit, juga berjanji merawat pohon karena BRI akan memberi satu tanaman satu pokoknya dan bibit secara gratis. Bagi mereka yang tidak memiliki tanah, akan dikoordinasikan dengan desa menggunakan tanah fasilitas umum. Sedangkan untuk masyarakat perkotaan, mereka bisa menanam dengan cara urban farming, di mana bibit-bibit hortikultura yang diberi BRI bisa ditanam di polybag, di pot, hingga menggunakan hidroponik.

Untuk KUR, Direktur Bisnis Mikro BRI (BBRI) Supari menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2022, BRI telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 252,38 triliun kepada 6,5 juta debitur. Realisasi tersebut setara dengan 98,05% dari kuota KUR BRI tahun lalu. Optimisme tersebut bukan tanpa sebab, karena kemampuan BRI dalam memproses dan mencairkan KUR dengan rata-rata pencairan Rp 1 triliun per hari.

“Pada tahun 2023 ini, BRI akan terus berkomitmen untuk menyalurkan KUR sebagai upaya mendorong roda perekonomian grass root serta untuk mendukung penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. BRI telah mendapatkan alokasi penyaluran KUR tahun 2023 dari pemerintah sebesar Rp 270 triliun dan BRI optimis dapat mencapai target tersebut,” ungkap Supari.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 6 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 49 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia