3 Saham Diberondong Aksi Jual Asing, Net Sell Menggunung Lagi
JAKARTA, investor.id – Investor asing makin agresif melancarkan aksi jual bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026), bahkan dengan nilai yang besar. Tiga saham terpantau paling banyak dijual asing, yaitu BBRI, BMRI, dan AMMN.
Net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 1,53 triliun. Akibatnya, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini menggunung lagi menjadi Rp 40,8 triliun – berdasarkan data BEI.
Net sell asing terbesar di pasar reguler dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 273,5 miliar.
Selain saham BBRI, asing juga banyak melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell senilai Rp 139,7 miliar.
Kemudian, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan net sell asing sebesar Rp 123,6 miliar.
Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Timah Tbk (TINS). Namun, nilainya relatif tidak signifikan. Net buy asing pada saham TINS sebesar Rp 41,8 miliar.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup ambles 135,5 poin (1,98%) ke level 6.723,3. Sebanyak 260 saham naik, 428 saham turun, dan 271 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 19,3 triliun.
Dua sektor saham masih mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini, terbesar di sektor transportasi sebesar 4,89% dan sektor perindustrian 1,2%.
Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku sebesar 4,4%, sektor infrastruktur 2,7%, sektor energi 1,6%, sektor barang konsumen primer 1,4%, sektor kesehatan 1,2%, sektor teknologi 0,7%, sektor properti 0,7%, sektor keuangan 0,5%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,4%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar saat ini tengah dibayangi kekhawatiran bahwa inflasi AS yang lebih tinggi akan membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.
Dari domestik, Pilarmas menambahkan, tekanan terhadap IHSG hari ini juga dipicu sentimen negatif pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi tambahan sentimen. Investor khawatir depresiasi rupiah dapat membebani anggaran negara melalui kenaikan subsidi energi dan memperbesar risiko fiskal pemerintah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level iniTag Terpopuler
Terpopuler






