BNI (BBNI) Ambil Peluang Kembangkan Bisnis di Afrika
JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI/BBNI) memiliki peluang besar untuk mengembangkan potensi bisnis dalam skala global, salah satunya di Benua Afrika. Menurut proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), benua Afrika akan menjadi tujuan investasi di masa depan dengan pertumbuhan ekonomi yang mumpuni.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Sekjen Kemenlu) Cecep Herawan dalam Business Meeting 2023 dengan tema Winning Market Share Through Digital and Collaboration Mindset yang diselenggarakan di Bali. Cecep menyampaikan, Kemenlu memiliki misi menyasar pasar potensial dan memperkuat jaringan di Benua Afrika.
Menurut dia, BNI bersama BUMN lainnya bisa bersinergi untuk menggarap proyek strategis di wilayah tersebut melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau public private partnership (PPP). Di mana BUMN hadir bersama baik melalui pembiayaan, konstruksi, dan jasa lainnya.
Sebagai gambaran, tahun lalu BNI mampu mendorong peningkatan angka perdagangan sebesar 76,7% dan satu-satunya bank pelat merah yang cukup luas jaringannya secara internasional hingga memiliki delapan kantor cabang di luar negeri.
“Saya rasa ini modal luar biasa yang bisa kita lakukan bersama, kita punya peran BNI dan teman-teman BUMN bersama Kemenlu, bagaimana bisa melakukan ekspansi bersama ke negara-negara yang memiliki pasar potensial. Kita bisa berpartisipasi aktif bersama di forum internasional,” papar dia dalam keterangannya, Senin (06/03/2023).
Di sisi lain, Cecep mengungkapkan, hubungan Kemenlu dengan BNI terjalin cukup lama sehingga bisa menyatukan visi untuk mengupayakan pembangunan infrastruktur di Asean dan Indo-Pasifik. “Kami ingin bekerja sama dengan BNI karena kita mempunyai flagship program ini dalam Keketuaan Asean. BNI bersama kami ikut menyelenggarakan forum ini sebagai window display produk-produk dan inovasi yang kita peroleh,” jelas dia.
BNI sangat proaktif mengembangkan program di luar negeri yaitu Diaspora Loan yang diluncurkan bersama KBRI Tokyo dan pembinaan UMKM. Cecep mencatat, terdapat 266 proyek multilateral senilai US$ 238 miliar dan 140 proyek bilateral senilai US$ 71,4 miliar khusus dengan Indonesia.
“Ini peluang besar di mana BNI bisa menjadi pemain utama di dalamnya. Target kami pada akhir Agustus minggu kedua, kita sudah punya list concret project hasil akhir Keketuan Asean, di sini kolaborasi kita menjadi sesuatu yang baik,” tegas dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI (BBNI) Royke Tumilaar mengatakan, meskipun perkembangan geopolitik dunia dan kebijakan moneter ekonomi global dapat menimbulkan tekanan pada kinerja perbankan. Namun, melihat peluang yang ada, maka masih banyak area yang perlu dikembangkan perseroan melalui sinergi dan kolaborasi lintas segmen dan divisi/satuan dalam melakukan eksekusi bisnis.
“Kondisi perekonomian dunia akan semakin penuh tantangan pada tahun 2023 ini. Namun kita berharap semua bisa dilalui dengan penuh kesiapan dan kehati-hatian,” ucap Royke.
Terpisah, pengamat perbankan Paul Sutaryono mengatakan, saat ini Asia khususnya Asia Tenggara menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, tidak berlebihan apabila Afrika disebut akan menyusul menjadi benua masa depan bagi pertumbuhan ekonomi baru khususnya untuk pasar ekspor Indonesia.
Menurut dia, Indonesia memang harus lebih jeli dalam mencari dan menggali pasar ekspor Indonesia ke depan. “Untuk itu, Kementerian Perdagangan mau tak mau harus menggandeng bank nasional terutama bank pemerintah. Untuk apa? Untuk mampu meningkatkan nilai ekspor nasional kini dan di masa mendatang,” imbuh Paul kepada Investor Daily.
Pasalnya, lanjut dia, bank papan atas memiliki banyak bank koresponden di luar negeri termasuk negara-negara di benua Afrika. Bank koresponden tersebut menjadi mitra bisnis (business partner) bagi bank domestik untuk mencari calon importir di luar negeri. “Artinya, bank mempunyai peran sentral dalam menggenjot ekspor nasional. Apalagi dikaitkan dengan upaya untuk menggeber devisa hasil ekspor (DHE),” tutur Paul.
Oleh karena itu, duta besar Indonesia untuk negara-negara Afrika sudah seharusnya proaktif dalam menjalin hubungan ekonomi atau bisnis bilateral antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Sehingga, bukan hanya meningkatkan hubungan politik semata, tapi juga meningkatkan potensi ekspor nasional.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






